Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Balas Telak Tudingan Pompeo, Zarif: Semua Teroris 11/9 Berasal dari Negara Favoritmu di Timteng, Bukan Iran

Balas Telak Tudingan Pompeo, Zarif: Semua Teroris 11/9 Berasal dari Negara Favoritmu di Timteng, Bukan Iran

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Javad Zarif menanggapi klaim tak berdasar Menlu AS Mike Pompeo, yang mengaitkan kelompok teroris al-Qaeda dengan Teheran.

Ditujukan kepada Pompeo, Zarif mencuit, ”Semua teroris 11 September datang dari negara-negara favoritmu di Timteng, bukan Iran”.

Dilansir Fars, ia juga mengomentari dicantumkannya (kembali) Kuba dalam daftar pendukung terorisme oleh Washington. Zarif menulis, ”Mulai dari memasukkan Kuba dalam daftar pendukung terorisme hingga mengumbar klaim keterlibatan Iran dengan al-Qaeda, Tuan ‘Kami Berbohong, Menipu, dan Mencuri’ secara mengenaskan mengakhiri masa jabatannya dengan dusta-dusta provokatif”.

“Tidak ada lagi yang bisa ditipu. Semua teroris 11 September berasal dari negara favorit Pompeo di Timteng, bukan Iran”, tegasnya.

Jubir Delegasi Iran di PBB, Alireza Mir Yousefi juga mengomentari tudingan Pompeo. Dalam wawancara dengan Newsweek, ia berkata, ”Klaim-klaim dusta dan konyol ini bukan hal baru. Ini hanya memperkuat fakta bahwa Pemerintahan Trump secara putus asa masih meneruskan kebijakan gagal Iranofobia-nya.”

Pompeo pada hari Selasa kemarin menuduh Iran memiliki hubungan dengan al-Qaeda. Ia bahkan menuding keterlibatan Iran dalam serangan 11 September 2001.

Mir Yousefi dalam wawancaranya menegaskan, Iran justru merupakan front untuk memerangi kelompok-kelompok teroris semacam ini.

Menurutnya, AS dan para sekutunya bertanggung jawab atas kondisi yang menyebabkan berkembangnya kelompok-kelompok teroris di Kawasan.

“Merupakan fakta tak terbantahkan bahwa Iran adalah musuh kelompok-kelompok teroris ekstremis. Sementara pendiri al-Qaeda dan pendukungnya adalah sekutu terdekat AS di Timteng,” tuturnya.

“Tak perlu dikatakan lagi. Para pejabat AS sendiri sudah kerap mengakui peran mereka dalam menciptakan kelompok-kelompok ekstremis di Kawasan, termasuk al-Qaeda.”

Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh juga mengecam keras dicantumkannya Kuba dalam daftar negara pendukung terorisme. Ia mengatakan, ”Tak satu pun negara, terutama AS, yang berhak mengintervensi urusan internal Kuba atau mendikte jalinan hubungan negara merdeka ini dengan negara merdeka lain.”

Pemerintahan Barack Obama sebelum ini telah menghapus Kuba dari daftar negara pendukung terorisme. Namun negara Latin itu kembali dimasukkan oleh Pemerintahan Trump di akhir masa jabatannya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *