Iran Tegas Dukung Integritas Wilayah Sudan dan Kecam Kejahatan Tentara Bayaran
POROS PERLAWANAN – Iran menegaskan kembali dukungannya terhadap integritas wilayah Sudan serta mengecam kejahatan tentara bayaran yang memperburuk krisis kemanusiaan di El Fasher. Sikap ini disampaikan Perwakilan Iran dalam Sidang Khusus ke-38 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB yang berlangsung pada Jumat 14 November, di Jenewa.
Dilansir Kayhan, pada Sabtu 15 November, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran di Jenewa, Ali Bahreini menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap memburuknya kondisi HAM dan kemanusiaan di El Fasher dan wilayah sekitarnya. Ia menyoroti kelaparan parah, perpindahan penduduk yang meluas, serta penderitaan warga sipil yang menurutnya telah membentuk salah satu krisis kemanusiaan paling serius di dunia dan membutuhkan perhatian segera dari komunitas internasional.
Menurut laporan Tasnim, Bahreini mengkritik sikap diam dan lemahnya tindakan dunia internasional yang dinilai ikut memperburuk keadaan. Ia menekankan kekhawatiran Iran terhadap berlanjutnya transfer senjata serta keterlibatan pihak asing melalui penyediaan senjata dan perekrutan tentara bayaran, yang dianggap turut memicu eskalasi konflik.
Bahreini menegaskan bahwa Iran menolak segala upaya yang berpotensi melemahkan otoritas Pemerintah sah Sudan atau menciptakan kondisi “pemerintahan ganda”. Ia menyerukan kepada seluruh negara untuk mengambil tindakan tegas melindungi warga sipil serta mendukung upaya mewujudkan perdamaian dan persatuan jangka panjang di Sudan.
Dalam sidang tersebut, sejumlah negara juga mengecam kejahatan yang terjadi di El Fasher dan menyerukan perlunya dukungan menyeluruh bagi warga sipil serta pentingnya menemukan solusi berkelanjutan bagi krisis politik dan kemanusiaan di Sudan.
