Iran Tegaskan Hak Membela Diri, Namun Tetap Berkomitmen pada Jalur Diplomasi
POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran akan terus mempertahankan haknya untuk membela diri menyusul eskalasi konflik dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resminya di platform X pada Kamis (19/6), di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan udara Israel terhadap sejumlah target di Iran.
“Sekarang, seluruh dunia harus tahu bahwa Iran hanya membela diri,” tegas Araghchi, merujuk pada aksi balasan Iran terhadap serangan militer Israel yang terjadi pada Jumat dini hari lalu, yang menewaskan ratusan warga Iran,mayoritas sipil termasuk sejumlah pejabat dan ilmuwan senior.
Araghchi menyatakan bahwa respons militer Iran hingga saat ini bersifat terbatas dan ditujukan semata-mata terhadap Israel, bukan terhadap negara-negara lain yang terlibat secara tidak langsung. “Respons kami bersifat proporsional dan terarah. Kami tidak membalas kepada mereka yang sekadar membantu atau mendorong agresi ini,” ujarnya.
Tuduhan terhadap Israel: Provokasi dan Manipulasi
Lebih lanjut, Araghchi memperingatkan bahwa Israel, yang ia sebut tengah melemah akibat konflik internal dan ketidakstabilan politik domestik, berusaha menyeret negara-negara lain ke dalam perang. Ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai aktor yang “berupaya menghancurkan diplomasi dan menciptakan krisis regional yang lebih luas.”
“Dunia harus waspada terhadap manuver rezim Israel yang tengah sekarat ini, yang ingin pihak lain turun tangan untuk menyelamatkannya,” imbuhnya.
Iran Tegaskan Penolakan terhadap Senjata Nuklir
Dalam pernyataannya, Araghchi juga kembali menegaskan posisi resmi Iran yang menolak pengembangan senjata nuklir. “Kami tidak pernah mengejar senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya. Ini bukan sekadar klaim; ini adalah kebijakan yang telah kami buktikan dalam praktik,” ujarnya.
Ia menuding Israel satu-satunya negara di kawasan yang memiliki senjata nuklir sebagai ancaman nyata, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menjadi alasan bagi Iran untuk mengubah kebijakan nuklirnya.
Komitmen pada Diplomasi
Meski menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi segala bentuk agresi, Araghchi menyampaikan bahwa Iran tetap memegang prinsip diplomasi, kecuali terhadap Israel. “Kecuali terhadap rezim Israel yang ilegal, genosida, dan pendudukan, kami tetap berkomitmen pada diplomasi. Seperti sebelumnya,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri “dengan bangga dan berani,” dan bahwa pihak agresor “akan menyesali kesalahan fatalnya dan membayar mahal atas tindakannya.”
