Iran Tegaskan Siap Tenggelamkan Setan Besar di Laut, Seperti Halnya Firaun Ditelan Gelombang
POROS PERLAWANAN — Dalam pernyataan penuh semangat yang menggema dari pangkalan maritim strategis Bandar Abbas, Komandan Angkatan Laut Strategis Iran, Laksamana Shahram Irani menegaskan kesiapan penuh Republik Islam Iran untuk menghadapi arogansi Amerika Serikat di lautan.
Menyitir sejarah kenabian dan semangat Revolusi Islam, Irani menyatakan: “Kami tidak gentar menghadapi konfrontasi. Jika Setan Besar berani menginjakkan kaki di laut kami, kami akan tenggelamkan mereka seperti Firaun yang ditelan gelombang,” tegasnya seperti dilaporkan Farsnews Agency pada Kamis 10 April.
Pernyataan tersebut menggaungkan semangat Karbala dan narasi spiritual-politik yang selama ini menjadi fondasi perlawanan Iran terhadap hegemoni global.
Laksamana Irani menggarisbawahi bahwa kekuatan maritim Iran bukan sekadar militeristik, tetapi berakar pada cahaya Ahlulbait dan ketabahan spiritual para keluarga syuhada. Ia menyebut Gugus Kapal ke-86 sebagai “kapal dakwah perlawanan” yang membawa pesan kemuliaan dari Teluk Persia ke perairan dunia.
“Keluarga memainkan peran penting dalam menjaga semangat prajurit selama misi internasional yang panjang dengan menanggung perpisahan.”
“Komunitas internasional kini tidak lagi bisa mengabaikan Angkatan Laut Strategis Republik Islam Iran. Kami telah menjelma menjadi poros kemuliaan yang menantang poros kejahatan global,” tambah Irani dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan bahwa kekuatan Iran bukan hasil dari anggaran perang seperti NATO atau Pentagon, tetapi dari ketabahan ala Sayyidah Fatimah dan Sayyidah Zainab; simbol perjuangan para perempuan pejuang Islam yang menopang perlawanan dari balik layar.
“Setiap langkah kami di laut adalah langkah menuju kemunculan Imam Zaman. Di bawah panji Wali Faqih, kami tidak berlayar untuk perang biasa, melainkan untuk sebuah misi suci,” tegasnya.
Dalam penutupnya, Laksamana Irani berharap: “Insya Allah, kita akan segera menyaksikan pengibaran bendera kehormatan, kemuliaan, dan kebanggaan Revolusi Islam, diserahkan langsung oleh tangan kuat Pemimpin Agung kepada Imam Zaman (af).”
