Iran Tembak Jatuh Drone Orbiter di Langit Qeshm
POROS PERLAWANAN — Unit Pertahanan Udara Angkatan Darat Republik Islam Iran menembak jatuh sebuah drone Orbiter yang memasuki wilayah udara Iran di atas Pulau Qeshm, Iran selatan, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk Persia.
Menurut laporan Press TV pada Sabtu 30 Mei, Departemen Humas Angkatan Darat Iran menyatakan drone ringan tersebut milik “musuh agresor Amerika-Zionis” dan berhasil dideteksi sebelum dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran.
Pernyataan resmi Militer Iran menyebut pesawat nirawak itu ditembak jatuh melalui sistem pertahanan udara yang terhubung dalam jaringan terpadu Markas Pertahanan Udara Gabungan Iran.
Foto puing-puing drone yang dirilis media Iran memperlihatkan badan pesawat tanpa awak itu hancur setelah dicegat di wilayah udara sekitar Pulau Qeshm yang berada di jalur strategis Teluk Persia.
Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan menembak jatuh drone pengintai Amerika Serikat jenis MQ-9 di kawasan Teluk Persia pada 26 Mei lalu.
Saat itu, IRGC memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata oleh Amerika Serikat akan dibalas dengan respons keras dan langsung.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa “Militer teroris Amerika” terus melanjutkan kebijakan intervensi dan petualangan militer di Kawasan melalui pelanggaran wilayah udara Iran.
Menurut IRGC, drone MQ-9 tersebut berhasil diidentifikasi melalui pemantauan intelijen presisi sebelum dihancurkan ketika memasuki wilayah udara Iran di kawasan Teluk Persia.
Pernyataan itu juga mengungkap bahwa pasukan Iran sempat melepaskan tembakan ke arah drone pengintai RQ-4 dan jet tempur siluman F-35 yang disebut memasuki area sensitif di dekat wilayah Iran. Kedua pesawat itu dilaporkan mundur dan meninggalkan wilayah udara Iran setelah mendapat respons dari sistem pertahanan Tehran.
Rangkaian insiden tersebut menunjukkan ketegangan militer di Kawasan belum mereda meski jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung secara terbatas pascakonflik besar 2025–2026.
