Loading

Ketik untuk mencari

Iran

[Video] IRGC Klaim Kesiapan 112 Armada Tempur Barunya Ladeni Manuver Militer AS Macam Apapun di Teluk Persia

IRGC Pamerkan Kapal Perang Buatan Dalam Negeri

POROS PERLAWANAN – Press TV melaporkan, Pasukan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Kamis 28 Mei menerima 112 speedboat peluncur rudal untuk meningkatkan kekuatan ofensif di perairan wilayah selatan negara itu.

Melalui upacara yang dihadiri oleh pejabat militer senior Iran, generasi baru speedboat buatan sendiri tersebut secara resmi diserahkan kepada pasukan Angkatan Laut IRGC.

Kapal cepat ini memiliki fungsi hidrodinamik, penampang radar rendah dan daya ofensif tingkat tinggi, menurut laporan itu.

“Pertahanan adalah logika kami dalam perang tetapi tidak dalam arti kepasifan terhadap musuh,” kata Hossein Salami, Komandan IRGC, pada upacara tersebut.

Seperti dilansir Xinhua, dengan tambahan kekuatan armada tempur berupa pasokan 112 kapal cepat baru dengan kemampuan meluncurkan rudal tersebut, IRGC mengklaim siap melawan manuver militer Amerika Serikat (AS) macam apapun di Teluk Persia.

Kapal-kapal tempur anyar itu termasuk speedboat tempur kelas Ashura, kapal patroli pesisir Zolfaghar dan kapal selam Taregh.

“Kami mengumumkan hari ini bahwa di mana pun orang Amerika berada, kami berada tepat di sebelah mereka, dan mereka akan lebih merasakan kehadiran kami, dalam waktu dekat,” kata Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, dalam sebuah upacara di Iran selatan pada Kamis 28 Mei.

Dalam setahun terakhir, Iran dan Amerika Serikat sudah dua kali berada di ambang perang habis-habisan. Konfrontasi terbaru antara dua musuh bebuyutan ini terjadi setelah Amerika Serikat menuduh kapal-kapal IRGC melecehkan beberapa kapal perangnya di Teluk Persia pada pertengahan April lalu.

“Terus melangkah maju sambil tetap bertahan adalah karakter militer kami,” kata Komandan IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami.

“Tetapi ini tidak sama dengan kepasifan terhadap musuh,” ujarnya. “Iran tidak akan tunduk pada musuh macam apa pun,” katanya lagi, seperti dilansir Xinhua, Jumat 29 Mei.

Menurut Salami, IRGC telah diinstruksikan untuk memperluas kekuatan Angkatan Laut Iran sampai mampu secara memadai mempertahankan kedaulatan teritorial dan integritas, melindungi kepentingan Angkatan Laut dan mengejar serta menghancurkan musuh.

Pertikaian kedua negara itu sudah berlangsung beberapa dasawarsa dan situasinya memburuk sejak 2018 ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Amerika keluar dari kesepakatan multinasional tentang program nuklir Iran. Kesepakatan itu mengamanatkan Iran mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Ketegangan meningkat lebih lanjut pada Januari ketika serangan udara AS menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, petinggi militer top Iran yang mengepalai Pasukan Quds, komponen pasukan khusus IRCG yang biasanya beroperasi di luar Iran.

Tags: