Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Demi Garansi Langgengnya Takhta, Empat Penguasa Negara Arab Nyatakan Siap Terima Deal of The Century dan Mulai Aktif Bujuk Palestina Ikuti Kemauan AS-Israel

Demi Garansi Langgengnya Takhta, Empat Penguasa Negara Arab Nyatakan Siap Terima Deal of The Century dan Mulai Aktif Bujuk Palestina Ikuti Kemauan AS-Israel

POROS PERLAWANAN – Empat negara Saudi, UEA, Mesir, dan Yordania dikabarkan tengah berunding dengan AS untuk menerima sejumlah poin aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania. Poin-poin itu adalah bagian dari proyek Deal of The Century yang dirancang Donald Trump untuk Israel.

Kabar ini dikutip harian Israel Hayom dari seorang diplomat yang dekat dengan Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman.

Mesir dan Yordania memang sudah sejak lama secara resmi mengakui eksistensi Israel. Namun berita dari Israel Hayom ini menyingkap dualisme Saudi dan UEA dengan Dunia Islam-Arab terkait isu Palestina.

Beberapa hari lalu, Menlu UEA menyatakan penentangannya terhadap aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania. Sehari sebelum Hari Quds Internasional, Kemenlu Saudi melalui statemennya juga mengutarakan sikap senada.

Berita Israel Hayom tidak menyebut-nyebut Bahrain, meski negara ini pasti termasuk mereka yang mendukung kompromi dengan Rezim Zionis. Nama Bahrain tidak diungkit, sebab dalam pandangan AS dan Israel, Pemerintah Bahrain adalah pengikut Saudi dan tidak memiliki independensi sikap.

Menurut diplomat Saudi itu, 4 negara Arab ini sama sekali tak berniat mengorbankan hubungan mereka dengan AS demi bangsa Palestina. Ungkapan ini berarti bahwa para penguasa negara-negara Arab itu “tidak ingin eksistensi politik mereka goyah lantaran menentang AS.”

Diplomat itu menyarankan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) untuk memahami kondisi internasional, menerima Palestina yang sudah dibatasi di Tepi Barat, dan menyadari bahwa kepentingan internasional telah berubah.

Saran ini menunjukkan, para pendukung kompromi dengan Israel ini masih takut akan dihujat oleh opini umum Dunia Islam dan Arab. Sebab itu, mereka ingin mengesankan bahwa pihak Palestina sendiri yang menerima aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania.

Meski Saudi adalah penggagas utama kecenderungan baru ini, namun sebelum ini Riyadh sangat berhati-hati untuk tidak menampakkannya. Atas dasar ini, kita bisa memahami kenapa Trump memihak Bin Salman dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, penangkapan 200 pangeran Saudi dengan dalih pembasmian korupsi, dan penahanan para rival politik Bin Salman bebeberapa bulan lalu.

Fakta ini juga menunjukkan bahwa sebenarnya Deal of The Century sudah diterima jauh sebelum ini oleh Saudi dan para sekutunya. Baik Bin Salman atau Bin Zayed telah menerima garansi kelanggengan takhta mereka dari Trump dengan mengakui proyek AS tersebut.

Baru-baru ini, Netanyahu mengumumkan bahwa aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania akan dijalankan 2 bulan setelah pembentukan Kabinet Israel. Statemen penuh percaya diri ini juga membuktikan bahwa 4 negara Arab di atas sudah berkoordinasi dengan Tel Aviv.

Penyambutan delegasi politik dan olahraga Israel oleh UEA, penerbangan maskapai UEA dari Maroko ke Israel baru-baru ini, juga pengiriman bantuan UEA untuk Palestina melalui bandara Ben Gurion, semua ini menunjukkan Abu Dhabi telah mempersiapkan lahan bagi proyek Trump jauh sebelum ini.

Bagi Trump sendiri, implementasi Deal of The Century akan membawa keuntungan baginya, terutama karena Pilpres AS sudah semakin dekat. Barangkali implementasi proyek ini bisa menjadi sedikit “nilai positif” dalam rapor kebijakan luar negeri Trump yang dihiasi warna-warna merah.

Tags: