Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Operasi “Terbatas dan Cepat” terhadap Iran Salah Hitung

Esper Ungkap Debat Sengit Petinggi Utama AS Usai IRGC Rontokkan Drone Seharga 200 Juta Dolar

POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat militer senior di Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menyatakan bahwa gagasan AS untuk melakukan operasi militer “terbatas, cepat, dan bersih” terhadap Iran menunjukkan kesalahan perhitungan serta pemahaman yang tidak lengkap atas kemampuan pertahanan dan serangan Teheran.

Mengutip Al-Mayadeen, Selasa (27/1/2026), pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas ancaman terbaru dari pejabat militer Israel dan Amerika Serikat.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan Angkatan Bersenjata Iran tidak hanya memantau pergerakan lawan pada fase pelaksanaan, tetapi juga mengamati secara ketat tanda-tanda awal yang mengindikasikan ancaman terhadap keamanan nasional Iran.

“Berdasarkan penilaian lapangan, keputusan yang tepat akan dibuat pada waktu yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, skenario apa pun yang dibangun di atas unsur kejutan atau asumsi kendali atas cakupan konflik berpotensi gagal sejak awal.

“Setiap skenario yang dirancang berdasarkan unsur kejutan atau kendali atas cakupan konflik akan lepas kendali dari para perancangnya sejak tahap awal,” kata pejabat tersebut.

Ia juga menilai narasi mengenai kehadiran kapal induk serta perangkat militer Amerika di kawasan terlalu dibesar-besarkan. Menurutnya, wilayah perairan sekitar Iran merupakan lingkungan yang sepenuhnya dipahami dan berada dalam pengawasan Angkatan Bersenjata Iran.

“Lingkungan laut di sekitar Iran adalah lingkungan lokal yang sudah dikenal dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan angkatan bersenjata Iran,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, konsentrasi pasukan dan perlengkapan militer dari luar kawasan di wilayah tersebut tidak akan menjadi faktor pencegahan, melainkan meningkatkan kerentanan.

“Konsentrasi seperti itu tidak akan menjadi faktor pencegah, tetapi justru meningkatkan kerentanan mereka dan menjadikan mereka sasaran yang mudah,” katanya.

Pejabat tersebut menegaskan Iran tidak berniat memulai konflik, namun siap menghadapi semua ancaman apa pun yang menyasar keamanan nasionalnya.

“Iran tidak akan memulai perang apa pun, tetapi tidak akan membiarkan ancaman apa pun terhadap keamanan nasionalnya,” ujarnya.

Lebih tegas ia menyebut dalam beberapa tahun terakhir Iran mengandalkan kekuatan angkatan laut domestik, doktrin pertahanan asimetris, serta posisi geopolitik yang dinilainya unik, sehingga membentuk persamaan militer baru di Teluk dan Laut Oman.

Menurutnya, konfigurasi kekuatan itu membuat tidak ada kekuatan agresor yang dapat menganggap keamanan pasukan dan pangkalan mereka benar-benar terjamin.

Lebih lanjut, ia mengklaim pengalaman masa lalu menunjukkan upaya menekan Iran, baik lewat tekanan politik dan ekonomi, ancaman militer, maupun perang psikologis, selalu gagal.

“Jalan yang salah ini juga tidak akan mencapai hasil bagi para perencananya di masa depan,” katanya.

Pejabat tersebut kembali menekankan Iran tidak akan menjadi pihak yang memulai perang, namun tidak akan membiarkan ancaman terhadap keamanan nasionalnya berkembang hingga tahap pelaksanaan, termasuk pada fase awal.

Ia juga menempatkan tanggung jawab atas konsekuensi yang tidak diinginkan kepada pihak-pihak yang dinilainya mengganggu stabilitas kawasan melalui kehadiran provokatif dan intervensionis, termasuk melalui dukungan langsung maupun tidak langsung.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *