IRGC Perkenalkan Pangkalan Drone Bawah Tanah Terbaru: Pesan Kuat untuk Musuh
POROS PERLAWANAN — Dengan kehadiran Panglima Komando Umum IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meresmikan salah satu pangkalan drone bawah tanah terbaru mereka. Peresmian ini menandai penguatan signifikan dalam kemampuan tempur maritim Iran menghadapi ancaman kekuatan adidaya ekstra-regional.
Menurut Farsnews Agency pada pada Kamis malam 8 Mei, dalam pidato peresmiannya, Mayor Jenderal Salami menekankan bahwa Angkatan Laut IRGC dibentuk sebagai respons langsung terhadap kehadiran militer asing di Kawasan, khususnya kekuatan-kekuatan luar seperti Amerika Serikat dan sekutunya.
“Konfigurasi dan struktur pasukan ini dirancang untuk mampu mengelola pertempuran penuh secara mandiri dan dalam jangka panjang. Seluruh elemen perang tersedia, mulai dari rudal balistik anti kapal berpemandu presisi hingga rudal jelajah beragam jangkauan untuk menghantam sasaran tetap maupun bergerak,” tegas Salami.
Ia menambahkan bahwa kekuatan drone IRGC yang disaksikan publik saat ini hanyalah sebagian kecil dari kapabilitas nyata mereka.
“Drone kami telah dilengkapi teknologi paling modern di dunia, memberikan keleluasaan penuh bagi komando dalam merencanakan dan melaksanakan beragam operasi serangan,” ujarnya.
Jenderal Salami menegaskan bahwa bangsa Iran berdiri di hadapan musuh dengan kekuatan penuh, dan bahwa unjuk kekuatan ini dimaksudkan untuk menggugurkan kalkulasi keliru yang mungkin dibuat oleh pihak musuh karena ketidaktahuan mereka akan realitas kekuatan Iran.
“Musuh harus menyadari betul kekuatan yang kami miliki agar tidak tergesa-gesa dan melakukan kesalahan strategis yang akan menghancurkan mereka sendiri,” tegasnya.
Doktrin Balasan Iran: Asal Jadi Tujuan
Dalam bagian paling penting dari pernyataannya, Salami kembali menekankan salah satu prinsip utama doktrin pertahanan Iran: “Jika musuh menyerang kepentingan kami dari suatu titik, maka titik itu—dan setiap lokasi strategis yang menopang kepentingan mereka, akan menjadi sasaran pembalasan. Tempat asal agresi akan kami ubah menjadi target penghancuran.”
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa Iran tidak akan membiarkan satu pun agresi berlalu tanpa konsekuensi langsung dan tegas.
