Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Serangan AS–Israel yang Tewaskan Ratusan Warga Sipil, ‘Tidak Akan Dibiarkan Tanpa Balasan’

POROS PERLAWANAN – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melaporkan lebih dari 700 warga sipil Iran tewas dalam empat hari terakhir akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. IRGC menegaskan setiap serangan akan mendapat respons.

Mengutip pernyataan resmi nomor 15 yang dirilis melalui Tasnim News Agency pada Rabu 4 Maret, IRGC menyatakan target serangan musuh mencakup sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, gedung pernikahan, dan rumah tinggal. Fasilitas tersebut disebut bukan instalasi militer.

IRGC menyatakan serangan diarahkan untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat.

“Tidak satu pun dari kejahatan dan pembunuhan terhadap warga sipil ini akan dibiarkan tanpa balasan,” tulis IRGC.

Dalam 24 jam terakhir, satu rudal Tomahawk dilaporkan menghantam rumah warga di Oshnavieh dan menewaskan satu keluarga. Serangan lain menggunakan rudal udara-ke-permukaan dilaporkan menghantam kendaraan pribadi di Salman dan menewaskan lima orang.

Di Urmia, kawasan Qasemiyeh, satu rumah dilaporkan terkena rudal dan menewaskan pasangan lanjut usia. Pada hari yang sama, gedung pernikahan serta sejumlah rumah di Kangavar juga dilaporkan menjadi sasaran.

IRGC menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter dan menyebut operasi militer akan berlanjut pada level yang lebih luas. Lembaga tersebut juga mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak AS-Israel yang dianggap bertanggung jawab.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *