IRGC Siagakan Kekuatan Tersembunyi, Teheran Tetap Siap Hadapi Agresi AS-Israel
POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, ketegangan geopolitik di Kawasan kembali memanas setelah pejabat Militer Iran mengirimkan sinyal tegas tentang kesiapan tempur mereka. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Teheran tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga menyimpan kemampuan militer rahasia yang siap dikerahkan kapan saja.
“Sebagian besar kemampuan Militer Iran masih dirahasiakan,” ujar Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi. Ia menegaskan bahwa jika agresi Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Iran akan mengungkap “kemampuan yang tidak dipahami musuh” serta mengerahkan metode tempur baru yang lebih canggih. “Musuh tidak akan mampu melawannya secara efektif,” tambahnya.
Pernyataan tersebut memperkuat narasi bahwa Iran tengah meningkatkan postur kekuatan di berbagai lini, baik darat maupun maritim. Dalam konteks ini, IRGC juga menyoroti kesiapan tempur yang dinilai telah mencapai tingkat maksimal.
Sementara itu, Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami menegaskan bahwa Iran telah membangun sabuk keamanan berlapis sebagai respons atas meningkatnya ancaman eksternal. “Iran adalah penjara dan rawa bagi setiap agresor,” tegasnya. Ia juga menyebut bahwa kebingungan musuh di medan perang merupakan hasil langsung dari kesiapan unit tempur Iran.
Karami bahkan menyinggung “kekalahan memalukan AS di Isfahan” sebagai bukti konkret ketangguhan strategi Militer Iran dalam menghadapi tekanan eksternal. Pernyataan ini muncul di tengah ancaman Washington untuk memblokade Selat Hormuz, meski belum mendapat dukungan luas dari komunitas internasional.
Di sisi lain, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa keamanan kawasan Teluk Persia dan Laut Oman akan ditegakkan secara tegas dan timbal balik. “Keamanan pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman adalah untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun,” ujar Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kapal yang berafiliasi dengan kekuatan asing di jalur strategis tidak akan diizinkan. Iran menganggap pertahanan wilayah maritim sebagai “kewajiban alami dan sah”.
Dengan sikap ini, Teheran menegaskan akan terus mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz di bawah regulasi Militernya. Kapal yang terkait dengan pihak musuh disebut tidak memiliki hak melintas, sementara kapal lain tetap diperbolehkan dengan syarat mematuhi aturan Iran.
