Israel Gagal Bunuh Panglima Yaman, Ansharullah: Operasi Tel Aviv Gagal Total
POROS PERLAWANAN – Rezim Zionis kembali menunjukkan kegemarannya pada aksi terorisme lintas batas dengan mengeklaim telah berhasil membunuh seorang komandan militer senior Yaman. Namun, pernyataan resmi dari jajaran gerakan Ansharullah membantah klaim tersebut dan menegaskan kegagalan total operasi Rezim Pendudukan.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Minggu 15 Juni, sumber senior di jajaran Ansharullah Yaman menyatakan bahwa operasi pembunuhan yang ditargetkan terhadap Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Yaman, Jenderal Mohammed al-Ghammari, tidak mencapai tujuannya.
Sebelumnya, sejumlah media Israel mengeklaim bahwa al-Ghammari gugur dalam serangan udara yang ditujukan ke sebuah rumah di kota Sanaa. Serangan itu, menurut saluran TV Israel Channel 14, disebut sebagai upaya eliminasi terhadap sejumlah komandan militer Ansharullah, yang dilaporkan sedang berkumpul dalam sebuah pertemuan strategis.
Media Axios juga menerbitkan laporan terkait upaya pembunuhan ini, meskipun menegaskan bahwa belum ada konfirmasi resmi terkait keberhasilan serangan tersebut.
Beberapa saat kemudian, salah satu Pemimpin senior Ansharullah, Abdullah al-Houthi, melalui unggahan di akun resmi platform “X” miliknya, secara langsung membantah klaim Tel Aviv. Ia menyatakan bahwa operasi militer Israel tersebut gagal sepenuhnya, dan bahwa Jenderal al-Ghammari berada dalam kondisi sehat dan selamat.
Rezim Zionis Frustrasi, Ansharullah Tetap Berdiri Tegak
Upaya pembunuhan ini mencerminkan kepanikan strategis dan frustrasi militer rezim Zionis, yang semakin terdesak oleh meningkatnya koordinasi antara Front Perlawanan dari Gaza hingga Sanaa. Serangan ini juga memperlihatkan karakter pengecut musuh yang tak mampu berhadapan secara langsung di medan tempur, dan justru menargetkan tokoh-tokoh militer dari balik langit.
Dengan kegagalan terbaru ini, Ansharullah kembali menunjukkan ketangguhannya sebagai bagian integral dari Poros Perlawanan, yang terus menggagalkan konspirasi dan serangan teroris rezim penjajah.
Perlawanan tidak akan dibungkam oleh drone, misil, ataupun propaganda. Di bawah langit Yaman, rakyat dan para pejuangnya tetap berdiri tegak.
