Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Israel Kembali Bombardir Beirut Selatan, Media Israel Sebut Washington Telah Diberi Tahu

POROS PERLAWANAN — Israel kembali melancarkan serangan udara ke kawasan Dahiyeh di Beirut selatan, Lebanon, pada MInggu malam (7/6/2026), di tengah berlanjutnya ketegangan dan tudingan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Mengutip laporan Kantor Berita Mehr, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan dua orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan yang menghantam kawasan Dahiyeh.

Sebelum serangan dilakukan, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sejumlah warga di wilayah sasaran. Tak lama kemudian, ledakan mengguncang kawasan Tahwitat al-Ghadir di Dahiyeh yang menurut sumber-sumber Lebanon menjadi target serangan udara.

Channel 15 Israel melaporkan bahwa para pejabat Israel telah memberi tahu Washington mengenai rencana serangan tersebut sebelum operasi dilaksanakan. Sementara harian Yedioth Ahronoth mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mengetahui rencana serangan itu sebelumnya dan operasi dilakukan dalam koordinasi politik serta keamanan yang sensitif.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan tersebut. Dalam pernyataan bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, Netanyahu menyebut operasi dilakukan atas instruksi langsung keduanya dan menargetkan fasilitas yang diklaim sebagai markas Hizbullah di Beirut selatan.

“Kami tidak akan membiarkan Hizbullah menargetkan kami dan kami akan bertindak berdasarkan prinsip tersebut,” kata Netanyahu.

Sejumlah media Israel mengklaim bahwa angkatan udara negara itu menargetkan pusat operasi Hizbullah di Dahiyeh. Radio Militer Israel mengutip sumber militer yang menyebut sasaran serangan sebagai target yang memiliki nilai strategis tinggi. Sky News Arabia juga melaporkan, mengutip sumber-sumbernya, bahwa target operasi adalah pusat komando Hizbullah, bukan individu atau komandan tertentu.

Media Israel juga melaporkan bahwa sebuah apartemen di kawasan Al-Marij dihantam tiga rudal. Jurnalis Al Jazeera di Beirut menyebut Tahwitat al-Ghadir sebagai salah satu lokasi yang menjadi sasaran serangan.

Serangan tersebut terjadi di tengah klaim sebelumnya dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan tidak akan mengizinkan Israel menyerang Dahiyeh di Beirut selatan.

Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan peringatan kepada warga Kota Tyre serta sejumlah kamp dan lingkungan di sekitarnya di Lebanon selatan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut dan bergerak ke utara Sungai Zahrani.

Setelah serangan berlangsung, media Lebanon melaporkan peluncuran rudal darat-ke-udara ke arah pesawat tempur Israel di langit Provinsi Nabatieh. Hizbullah kemudian mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menargetkan salah satu pesawat Israel dengan rudal tersebut.

Kelompok perlawanan Lebanon itu juga menyatakan telah menyerang posisi pasukan Israel di dekat Desa Al-Shaqif menggunakan tiga pesawat nirawak.

Menurut sumber-sumber Lebanon, serangan terbaru ke Dahiyeh terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata yang telah berlangsung sejak kesepakatan tersebut diberlakukan. Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *