Israel: ‘Tidak Ada yang Namanya Gencatan Senjata di Gaza’
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Kabinet Israel menyatakan secara resmi bahwa tidak ada istilah gencatan senjata di Gaza; yang ada hanyalah penghentian sementara serangan dan pengeboman.
Menurut Tasnim News Agency pada Senin 6 Oktober, pernyataan itu menegaskan posisi Rezim Israel di tengah laporan tentang negosiasi dan tekanan internasional untuk menghentikan aksi militer di Gaza.
Pernyataan Resmi dan Hubungan AS–Israel
Menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya perbedaan pandangan antara Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Israel terkait penghentian serangan, Juru Bicara itu menegaskan bahwa hubungan antara Trump dan Netanyahu adalah hubungan yang historis dan tetap terjaga.
Operasi Militer dan Penjelasan “Defensif”
Menurut pernyataan tersebut, Militer Israel berhak melanjutkan operasi di Gaza dengan dalih tujuan defensif. Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa tindakan militer dapat terus berlangsung meski ada jeda sementara dalam serangan dan pengeboman.
Negosiasi dan Pembebasan Sandera
Pejabat Israel mengumumkan bahwa tim negosiasi Israel akan berangkat ke Kairo malam ini untuk berpartisipasi dalam pembicaraan teknis yang berkaitan dengan pembebasan para sandera.
Penarikan Pasukan
Soal penarikan pasukan Pendudukan dari Gaza, Juru Bicara menyatakan keputusan tentang penarikan akan diambil “dalam beberapa hari mendatang” berdasarkan kesepakatan yang tercapai selama pembicaraan.
Sikap Netanyahu tentang Pemerintahan Gaza dan Pelucutan Senjata Perlawanan
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan bahwa tidak akan ada wakil dari Hamas atau Otoritas Palestina yang berpartisipasi dalam pemerintahan Jalur Gaza. Ia mengeklaim bahwa Israel akan memegang tanggung jawab dalam proses pelucutan senjata di kawasan tersebut.
Netanyahu memperingatkan: “Jika para sandera tidak dibebaskan dalam jangka waktu yang ditentukan menurut rencana, kami akan kembali berperang, dengan dukungan negara terkait, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya.”
