Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Jelang Trump Lengser, Serangan Israel ke Suriah Kian Massif, Untuk Apa?

Jelang Trump Lengser, Serangan Israel ke Suriah Kian Massif, Untuk Apa?

POROS PERLAWANAN – Serangan Rezim Zionis ke Suriah pada Selasa malam 12 Desember lalu diberitakan sejumlah media dengan gencar, sesuatu yang jarang dilakukan dalam 2 tahun terakhir ini.

Dilansir al-Alam, serangan ke timur Suriah itu berlangsung selama 35 hingga 40 menit dan dilaporkan secara massif dan luas. Sumber-sumber oposisi Suriah mengklaim bahwa serangan Israel itu menewaskan 20 hingga 40 orang.

Meski demikian, sumber-sumber kredibel yang dekat dengan al-Alam menyatakan, jumlah korban jiwa itu terlalu dibesar-besarkan dan hanya sebuah propaganda demi melemahkan spirit perlawanan rakyat Suriah beserta sekutunya.

Menurut sumber-sumber yang mengikuti isu-isu Suriah dari dekat ini, “pembengkakan” jumlah korban jiwa ini adalah psy war yang dilancarkan pihak oposisi Suriah. Pada dasarnya, serangan Selasa malam itu hanya melukai 14 orang dan menewaskan satu orang Suriah.

Sumber-sumber media oposisi mengumumkan, target utama serangan Israel adalah Iran, dengan tujuan untuk memisahkan antara Damaskus dan sekutu kuatnya, Teheran. Oleh karena itu, luasnya pemberitaan dan propaganda ini bertujuan untuk menyempurnakan mimpi Israel guna menjauhkan Iran dari Suriah.

Kantor berita Associated Press (AP) pada hari Rabu kemarin memberitakan, Menlu AS Mike Pompeo bertemu dengan Direktur Mossad, Yossi Cohen di sebuah restoran di Washington pada Senin lalu. Menurut AP, “data-data” yang digunakan Israel saat menyerang Suriah berasal dari Pompeo.

Ini berarti bahwa Pemerintahan Trump, terutama Pompeo, masih ngotot untuk menghantam Poros Perlawanan di hari-hari terakhir kekuasaannya.

Selain itu, tindakan gabungan ini juga menunjukkan bahwa di balik propagandanya, Israel ternyata miskin informasi di Suriah sehingga harus dibantu oleh AS.

Dengan adanya kerja sama ini, juga serangan Selasa malam lalu ke timur Suriah, bisa diketahui kenapa Pemerintahan Trump bersikeras untuk tetap eksis di Suriah.

Meningkatnya intensitas serangan Israel ke Suriah, terutama dalam 20 hari terakhir, menunjukkan bahwa seiring kian dekatnya Trump menuju pintu keluar Gedung Putih, Rezim Zionis terus menggencarkan serangannya.

Artinya, dengan memicu ketegangan baru di Kawasan, Netanyahu berusaha untuk menguatkan fondasi kekuasaannya yang mulai goyah, terutama seiring lengsernya Trump, juga mengikat tangan Pemerintah baru AS dengan krisis baru. Namun apakah upaya-upaya ini akan membuahkan hasil bagi Netanyahu? Atau apakah Suriah akan mendiamkan agresi ini begitu saja? Jawabannya mungkin bisa diketahui tak lama lagi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *