Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal IRGC: Tak Ada Negosiasi Soal Misil Iran dan Kemampuan Poros Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah bernegosiasi mengenai misil-misilnya atau kemampuan Poros Perlawanan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jenderal Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC, dalam wawancara dengan jaringan televisi Lebanon Al-Mayadeen pada Rabu (28/3). Wawancara ini dilakukan di geladak kapal drone milik Republik Islam Iran. Ia menyatakan, “Kami membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan persahabatan dengan negara-negara Islam di kawasan, karena negara-negara ini suci dan berharga bagi kami.”

Ia melanjutkan, “Kami selalu mengulurkan tangan persahabatan kepada negara-negara di kawasan, dan sebagai sesama Muslim, kami tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangga.”

Jenderal Tangsiri menekankan, “Pesan kami untuk negara-negara di luar kawasan adalah bahwa Teluk Persia adalah rumah kami dan negara-negara tetangga. Tidak ada seorang pun yang akan menyalakan api di rumahnya sendiri.”

Komandan Angkatan Laut IRGC menambahkan, “Kami tidak memiliki niat untuk berperang dan tidak menginginkannya. Namun, jika musuh berniat merugikan kepentingan kami atau rakyat kami, atau menyerang kami, mereka harus tahu bahwa kami akan memberikan respons.”

Ia mengatakan, “Keputusan untuk menutup Selat Hormuz bukanlah wewenang saya, melainkan otoritas tingkat tinggi. Namun, pelaksanaannya menjadi tanggung jawab saya.”

Tangsiri juga menegaskan bahwa IRGC telah mengevaluasi seluruh kondisi dan strategi musuh, serta telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai skenario. “Di tengah sanksi penuh sekalipun, kami berhasil mencapai kesiapan ini,” ujarnya.

Latihan Militer dan Hubungan dengan Negara-Negara Arab

Jenderal Tangsiri menegaskan bahwa latihan gabungan dengan negara-negara sahabat bertujuan memperkuat pemahaman dan kerja sama regional. “Kami telah mengundang beberapa negara Arab untuk berpartisipasi, dan perwakilan dari Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, dan Kuwait hadir. Kami siap mengadakan latihan militer dengan Irak, Kuwait, dan Bahrain, serta memiliki hubungan dengan semua negara Islam.”

Menanggapi ancaman dari mantan Presiden AS Donald Trump, Tangsiri mengatakan, “Saya tidak mengetahui pesan Trump, dan analisis tentang hal itu tidak penting bagi saya. Saya mendengar ancamannya dan melihat tindakannya, dan saya mempersiapkan diri untuk menghadapinya.”

Tidak Ada Negosiasi tentang Kemampuan Militer Iran

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah bernegosiasi mengenai kemampuan militernya. “Jika ada negosiasi mengenai kemampuan militer kami, pasti kami tidak akan memiliki keterlibatan dengan Amerika Serikat dalam hal ini. Jelas bahwa kami tidak akan pernah bernegosiasi tentang misil-misil kami atau kemampuan Poros Perlawanan.”

Jenderal Tangsiri juga menekankan bahwa perlawanan, dari Lebanon hingga Gaza, Yaman, dan Irak, tetap berdiri dan tidak menyerah pada dominasi asing. “Kelompok-kelompok perlawanan tidak berada di bawah komando kami, tetapi kami mendukung mereka karena mereka membela yang tertindas.”

Ia menambahkan, “Yaman tidak berada di bawah komando kami sehingga kami bisa memerintahkan mereka untuk menyerang atau tidak. Negara ini independen dan memiliki kepemimpinan serta militernya sendiri.”

Ancaman terhadap Kepentingan Iran

Tangsiri menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang ditujukan kepada mereka. “Semua pihak harus tahu, dari Amerika Serikat hingga siapa pun yang mengancam kami, bahwa kami tidak takut pada ancaman dan tidak gentar menghadapi kematian.”

Ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan dibalas dengan tindakan serupa. “Jika kapal-kapal kami diserang, kami pasti akan membalas dengan cara yang sama. Jika mereka menyita kapal kami, kami akan menyita kapal mereka. Tidak ada yang bisa menyerang kami dan melarikan diri, bahkan jika kami harus mengejar mereka hingga ke Teluk Meksiko—dan kami akan melakukannya.”

Tangsiri juga mengungkapkan bahwa Iran memiliki persenjataan yang tersembunyi dan siap digunakan kapan saja. “Kami memiliki kapal cepat peluncur misil dan persenjataan misil jarak jauh yang jangkauannya tidak perlu disebutkan. Kami menyimpannya di lokasi rahasia, jauh dari penglihatan musuh. Kami mampu menyerang semua pangkalan musuh di mana pun mereka berada. Jika kami diizinkan untuk menyerang dari lokasi geografis mana pun, kami akan menjadikan mereka sasaran di tempat itu juga.”

Menutup pernyataannya, Jenderal Tangsiri menegaskan, “Kami tidak akan membiarkan Trump atau siapa pun mengintimidasi kami. Kami telah mempersiapkan diri untuk hari-hari seperti ini sejak lama, dan di bawah sanksi penuh sekalipun, kami berhasil mencapai kesiapan ini.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *