Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Jerusalem Post: AS-Zionis dan Saudi Sepakat Cegah Houthi Kuasai Bab al-Mandeb

Jerusalem Post: AS-Zionis dan Saudi Sepakat Cegah Houthi Kuasai Bab al-Mandeb

POROS PERLAWANAN – Harian cetakan Israel, Jerusalem Post dalam laporannya menyinggung peran strategis perlintasan Bab al-Mandeb, juga potensi Dewan Transisi Selatan Yaman dan UEA untuk mewujudkan kepentingan Tel Aviv.

“Dengan normalisasi hubungan yang dilakukan Israel dengan (sebagian) negara-negara Arab, kepentingan Israel kian bergantung pada perang di Yaman. Dua pemain utama di kancah Yaman adalah Saudi dan UEA. UEA adalah salah satu penanda tangan Kesepakatan Abraham. Kemungkinan besar Pemerintah Saudi juga akan bergabung dalam tren normalisasi hubungan”, tulis Jerusalem Post, seperti dikutip Fars.

Harian ini lalu melanjutkan, situasi di Yaman kian rumit pada tahun 2020 lalu. Sebab bersamaan dengan perang Sanaa melawan agresi UEA dan Saudi, kelompok separatis di selatan Yaman (yang didukung UEA) telah mendeklarasikan kemerdekaan dan mengklaim Aden sebagai Ibu Kota mereka.

Jerusalem Post mengklaim, Israel tidak pernah terlibat langsung dalam konflik di Yaman. Namun mereka menambahkan bahwa media-media oposisi Rezim Zionis menekankan pentingnya Tel Aviv untuk memberikan sokongan logistik kepada Koalisi Saudi.

Menurut harian ini, Ansharullah saat menguasai Kedubes Saudi di Sanaa pada tahun 2015 telah menemukan sejumlah dokumen, yang menunjukkan bahwa Pemerintah AS berniat membangun pangkalan militer di Pulau Perim di sekitar Selat Bab al-Mandeb demi kepentingan Washington dan Tel Aviv.

“Bab al-Mandeb adalah perlintasan sempit Laut Merah menuju Teluk Aden. Israel, Saudi, dan UEA menganggap penting Selat ini demi mendapat akses ke Samudera Hindia dan sekitarnya. Sebab itu, semua pihak ini sepakat jangan sampai Bab al-Mandeb jatuh ke tangan proksi Iran, yaitu kelompok Houthi,” tulis Jerusalem Post.

Situs al-Khabar al-Yamani menulis, forum-forum Barat menyebut Teluk Aden dan Selat Bab al-Mandeb sebagai “intisari geografi politik”. Saudi sudah sejak lama berusaha menguasai perlintasan-perlintasan energi dan minyak agar tidak bergantung kepada Selat Hormuz.

Tags:

1 Komentar

  1. Abubakar Januari 11, 2021

    Slm,katanya negara Islam?kok menyerang negara Islam juga,atau mereka negara Munafik ya????

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *