Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jerusalem Post Juluki Kapal Perang Baru Iran ’Gudang Senjata Terapung’ yang Bisa Jadi Ancaman untuk AS

Jerusalem Post Juluki Kapal Perang Baru Iran ’Gudang Senjata Terapung’ yang Bisa Jadi Ancaman untuk AS

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, harian Jerusalem Post (JP) dalam tulisannya membahas kapal perang baru Iran bernama “Syahid Rudaki”, yang baru diluncurkan beberapa hari lalu.

Menurut JP, Iran baru-baru ini meresmikan sebuah kapal perang milik IRGC dan ditempatkan di Bandar Abbas, yang berada di titik dekat Selat Hormuz.

“Peluncuran kapal Iran ini begitu penting bagi para pengamat militer, sampai-sampai Institut Kelautan AS (USNI) pun membuat laporan tentangnya”, tulis JP.

“Di atas permukaan, kapal ini hanya sebuah sarana transportasi. Namun Iran melengkapi geladaknya dengan berbagai alutsista untuk menunjukkan potensi yang dimiliki kapal tersebut. Berdasarkan foto-foto udara dan keterangan yang ada, kapal itu dilengkapi sejumlah sistem peluncur rudal yang ditempatkan di atas speedboat. Terdapat juga sistem pertahanan udara 3-Khordad, helikopter militer, drone, dan rudal-rudal antikapal di atasnya. Kapal ini adalah sebuah ‘gudang senjata mengapung atau bazar (alutsista) mengapung’”, lanjut JP.

“Helikopter-helikopter buatan AS, Bell-412, juga ada di atas kapal. Yang baru adalah sistem 3-Khordad, yang telah merontokkan drone Global Hawk seharga 200 juta dolar milik AS pada Juni 2019 lalu. Di foto juga terlihat 6 drone Ababil, yang merupakan bagian dari pengembangan armada drone Iran dalam beberapa tahun terakhir”.

USNI dalam analisisnya tentang kapal Syahid Rudaki menulis, ada kemungkinan bahwa formasi kapal tersebut di masa operasi akan berbeda dengan saat dipamerkan. Menurut USNI, kendati Angkatan Laut AS terbilang kuat, namun kapal perang baru Iran ini bisa menjadi sebuah ancaman bagi Paman Sam.

“Meski operasi Angkatan Laut IRGC terpusat di Teluk Persia, namun sebagai contoh, kapal ini bisa dikirim ke Laut Mediterania, atau membantu Iran dalam menghimpun informasi di perairan Yaman”, tulis USNI.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 4096 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135