Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Jerusalem Post: Tak Satu pun Negara di Kawasan Bantu Kapal Israel yang Ditenggelamkan Yaman

Jerusalem Post: Tak Satu pun Negara Bantu Kapal Israel yang Ditenggelamkan Yaman

POROS PERLAWANAN – Harian Jerusalem Post dalam tulisannya menyoroti serangan-serangan yang dilancarkan Angkatan Bersenjata Yaman terhadap kapal-kapal yang berafiliasi kepada Rezim Zionis. Menurut harian Ibrani ini, banyak negara di Kawasan yang enggan membantu 2 kapal yang ditenggelamkan Yaman di Laut Merah. Ini menandakan bahwa masalah tersebut bukan sebuah prioritas bagi negara-negara di Kawasan.

“Pasukan Yaman turun di anjungan 2 kapal itu dan meledakkannya dalam sebuah misi rumit. Namun harus dikatakan bahwa menghentikan dan menguasai kapal kargo raksasa saat melaju cepat bukan pekerjaan mudah,” aku Jerusalem Post, Fars melaporkan.

Sehubungan dengan ini, majalah AS, Jacobin menyatakan, sudah diketahui bahwa agresi ke Yaman oleh Donald Trump berlawanan dengan UUD AS. Namun akhirnya juga diketahui bahwa itu adalah tindakan tak berguna.

“Pada awalnya, Trump menggempur Yaman demi mencegah Houthi menargetkan kapal-kapal Israel. Namun poin penting ini tidak disebutkan dalam kesepakatan gencatan senjatanya dengan Yaman,” tulis Jacobin.

Menurut majalah sayap kiri tersebut, kelompok Houthi (Ansharullah) tidak menyerang kapal-kapal AS sebelum Pemerintahan Trump mengagresi Yaman.

“Semua yang dilakukan Trump adalah membebaskan diri sendiri dan negara dari problem yang dibuatnya sendiri. Namun tidak meraih tujuan utama intervensi militer ini, yaitu mencegah serangan Houthi terhadap Israel.”

Beberapa hari lalu, Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat menegaskan, jalur pelayaran bebas dilintasi semua kapal, kecuali yang berkaitan dengan Rezim Zionis dan para pendukungnya dalam agresi ke Gaza.

“Yaman sama sekali tidak ingin menyerang pihak-pihak yang tak terkait dengan dukungan untuk Musuh Zionis,” kata al-Mashat.

Menurutnya, Yaman telah membuat pusat operasi kemanusiaan untuk berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan pelayaran. Tujuannya adalah menghindari kerusakan dan kerugian sebisa mungkin.

Pejabat senior Ansharullah ini menyatakan, seluruh perusahaan pelayaran mesti mematuhi instruksi dan kebijakan Angkatan Bersenjata Yaman. Pihak-pihak yang mengabaikan instruksi-instruksi tersebut harus menanggung konsekuensinya.

Tags: