Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Jet Tempur Saudi Bombardir Sanaa Sehari Setelah Ledakan Besar di Bandara Aden

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, pesawat-pesawat tempur Saudi membombardir Ibu Kota Yaman, Sanaa, sehari setelah ledakan besar menghantam bandara Aden ketika sebuah pesawat yang membawa anggota Kabinet dukungan Saudi yang baru dibentuk mendarat di sana.

Warga mengatakan serangan udara koalisi aggresor pada Kamis menghantam Bandara Internasional Sanaa dan beberapa situs lain di dalam dan sekitar kota.

Mereka mengatakan bahwa ledakan keras terdengar dan pesawat-pesawat tempur beterbangan di langit Sanaa selama beberapa jam.

Jaringan televisi Yaman berbahasa Arab al-Masirah melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur itu menyerang setidaknya 15 lokasi di distrik berbeda di Ibu Kota. Tidak ada laporan langsung tentang korban dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Pada Rabu, setidaknya 26 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka dalam serangan di bandara Aden.

Sumber ledakan tidak segera jelas dan tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tidak seorang pun yang terluka di pesawat rezim yang didukung Saudi itu.

Beberapa jam setelah serangan itu, ledakan kedua terdengar di sekitar Istana Kepresidenan Maasheq Aden, tempat anggota Kabinet mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Saudi, termasuk Perdana Menteri Maeen Abdulmalik, serta Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, Mohammed al-Jaber, dibawa untuk diamankan.

Koalisi aggresor yang dipimpin Saudi menuduh gerakan Houthi Ansharullah melakukan serangan di bandara Aden dan Istana Presiden, tuduhan yang dengan tegas dibantah oleh Ansharullah.

Aden telah menjadi tempat pertempuran berdarah antara loyalis pro-Hadi yang didukung Saudi dan gerakan separatis bernama Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA.

Pasukan STC mencari kemerdekaan untuk Yaman selatan. Mereka mendeklarasikan pemerintahan sendiri di Aden pada bulan April, memicu bentrokan sengit dengan pasukan Hadi dan mempersulit upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk gencatan senjata permanen dalam keseluruhan konflik.

Tags: