Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Khatibzadeh: Tindakan Pengecut Meneror Pemimpin Negara Lain adalah ‘Merek Dagang’ AS-Israel, Bukan Iran

Khatibzadeh: Tindakan Pengecut Meneror Pemimpin Negara Lain adalah 'Merek Dagang' AS-Israel, Bukan Iran

POROS PERLAWANAN – Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh menanggapi hoaks yang dimuat sejumlah media AS. Melalui akun Twitter-nya, Khatibzadeh menyatakan, ”Aksi pengecut meneror para pemimpin asing (negara lain) adalah merek dagang AS-Israel, bukan Iran.”

“Washington Times semestinya bersikap lebih dewasa dengan tidak memublikasikan kabar palsu dan menebar fanatisme anti-Iran. Meski sebelumnya, media ini juga pernah memublikasikan kelompok teroris Munafiqin (anti-Revolusi Iran) usai mendapat imbalan uang. Para audiens kalian berhak mendapatkan berita-berita yang lebih berkualitas,” imbuhnya, seperti dilansir Fars.

Harian Washington Times memuat berita hoaks bahwa Presiden Iran, Hassan Rouhani mengancam akan membunuh Presiden Donald Trump.

Rouhani dalam peresmian proyek nasional Kementerian Energi Iran mengatakan, ”Trump sama seperti Saddam, yang telah memaksakan perang selama 8 tahun atas kita dan kemudian digulingkan. Trump juga melancarkan perang ekonomi kepada kita selama 3 tahun, dan dia akan dilengserkan pada pekan-pekan mendatang. Bukan hanya dari pemerintahan, tapi juga dari kehidupan.”

“Dia akan tercatat sebagai orang tanpa martabat dalam sejarah akibat kejahatan dan kezaliman yang dilakukannya. Salah satu kezaliman tak terampuninya adalah teror atas Syahid Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis. Kita tidak akan melupakannya dan kenangan pahit ini akan selalu tersimpan di benak kita. Iran dan bangsa-bangsa di Kawasan akan membalaskan dendam mereka,” tandasnya.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Fars, Khatibzadeh ditanya soal formasi perang di Kawasan dan potensi serangan AS atau Israel ke Iran.

Ia menjawab, ”Sebagian dari laporan dan berita ini hanya karangan semata, namun sebagian lain nyata. Terkait Israel, mereka tahu bahwa jika ada orang mendekati garis merah Iran, ia akan mendapat pembalasan menyakitkan dari Iran. Kita tidak akan bertoleransi atau berkompromi terkait keamanan nasional dan kepentingan bangsa.”

Khatibzadeh menegaskan, tidak penting apa niat dan tindakan rezim yang saat ini berkuasa di Gedung Putih, sebab Iran yakin dengan balasan yang akan diberikannya.

“Kita berharap mereka tidak lagi menambahkan petaka dalam warisan yang akan ditinggalkan. Sebaiknya mereka menyelesaikan hitung mundur keluarnya mereka dari Gedung Putih secara lebih bermartabat. Warisan petaka yang mereka tinggalkan untuk sejarah AS sudah lebih dari cukup,” kata Khatibzadeh.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *