Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Jihad Islami: Tabiat Kompromi Fatah dan PNA Picu Tren Normalisasi Rezim Arab dengan Israel

Jihad Islami: Tabiat Kompromi Fatah dan PNA Picu Tren Normalisasi Rezim Arab dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, salah satu anggota Kantor Politik Jihad Islami, Muhammad al-Handi menyebut Fatah dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) sebagai penyebab utama tren normalisasi hubungan antara rezim-rezim Arab dengan Israel.

Al-Handi mengatakan, PNA-lah yang telah membuka pintu normalisasi bagi rezim-rezim Arab melalui Perjanjian Oslo.

“Ketika PNA memulai kembali koordinasi keamanan (dengan Israel), mereka tak menyinggung normalisasi Maroko-Israel sepatah kata pun,” kata al-Handi.

Beberapa bulan lalu, PNA yang dipimpin Mahmoud Abbas sempat menangguhkan kerja sama keamanan dengan Rezim Zionis, sebagai bentuk protes terhadap proposal damai AS yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” dan rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel.

Bersama-sama dengan kelompok pejuang lain, seperti Hamas dan Jihad Islami, PNA bahkan juga sempat menegaskan persatuan dan perlawanan bersenjata untuk menghadapi Israel. Namun seiring kekalahan Donald Trump di Pilpres AS melawan Joe Biden, semua keputusan di atas dibatalkan PNA.

Al-Handi mengatakan, tidak mustahil bahwa normalisasi antara negara-negara Arab dan Rezim Zionis sudah ada dalam berbagai level.

Kendati demikian, ia menyatakan bahwa rezim-rezim pelaku normalisasi tidak mereprenstasikan rakyat mereka, juga tidak selaras dengan sejarah dan budaya bangsa-bangsa Arab.

Al-Handi berpesan kepada negara-negara pelaku normalisasi dengan mengatakan, ”Siapa pun yang ingin mengambil pelajaran dari janji-janji terkait normalisasi, hendaknya mengambil pelajaran dari para pelaku normalisasi pertama (Mesir dan Yordania).”

Sementara itu, Jubir Media Komite Perlawanan Palestina, Muhammad al-Barim menyatakan, penggunaan rudal-rudal Kornet oleh pejuang Gaza telah mengacaukan perhitungan Israel.

“Poros Perlawanan Palestina dengan semua kekuatannya bersatu di ruang komando untuk mengirim pesan kepada Musuh Zionis,” kata al-Barim, menyinggung latihan perang gabungan pertama kelompok-kelompok Poros Perlawanan Palestina yang diadakan Selasa lalu.

“Ketika Poros Perlawanan di Gaza menggunakan rudal-rudal Kornet, semua perhitungan Israel pun berubah,” tandasnya.

Akhir pekan lalu, Sayyid Hasan Nasrallah bicara soal akses Hizbullah dan Hamas ke rudal-rudal Kornet. Menurutnya, Pemerintah Suriah membeli rudal-rudal itu dari Rusia dan mengirimkannya kepada kelompok-kelompok Poros Perlawanan.

Tags: