Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Joker Antek AS Sengaja ‘Lucuti Kehormatan dan Martabat’ Bangsa Irak dengan Kobarkan Sentimen Agama dan Propaganda Anti Iran

Joker Antek AS Sengaja 'Lucuti Kehormatan dan Martabat' Bangsa Irak dengan Kobarkan Sentimen Agama dan Propaganda Anti Iran

POROS PERLAWANAN – Demi membuktikan kearaban dan patriotisme, serta membersihkan diri dari tudingan teroris, tiap warga Arab Syiah di Irak mesti “mengolok-olok Iran dan simbol-simbol keagamaannya, atau menghina para ulama panutan.” Anehnya, warga Arab Sunni Irak tidak harus mendiskreditkan Saudi dan UEA, atau merendahkan para syekh dan ikon-ikon keagamaan mereka agar dianggap sebagai patriot dan orang Arab.

Sebagian orang meyakini, serangan sejumlah orang Syiah Irak kepada Iran dan penghinaan terhadap majelis duka Imam Husain, ulama, dan al-Hashd al-Shaabi, yang bertujuan untuk membuktikan kearaban dan patriotisme, mulai populer sejak invasi AS ke Irak pada tahun 2003. Namun keyakinan mereka tidak benar, sebab serangan seperti ini, dengan tujuan “untuk membuktikan diri bukan antek Iran”, sudah kerap disaksikan di tengah sebagian kalangan Syiah Irak sejak dahulu.

Apa yang dilakukan AS hanya memanfaatkan kondisi tersebut, yang akhirnya memunculkan fenomena Jokerisme di Irak; fenomena yang bahkan menghina kedudukan Imam Husain dan majelis Arbain hanya agar orang-orang tersebut “membuktikan diri sebagai orang Arab dan patriot!”

Penggambaran Syiah Irak, yang mesti mengukuhkan kearaban dan patriotisme dengan mendiskreditkan ulama dan Iran, mengingatkan kita pada era Saddam Hussein. Saddam dengan kebijakan tangan besinya berupaya menyebarkan sikap anti-Iran di tengah kaum Syiah Irak. Rezim Saddam bahkan melangkah lebih jauh lagi dan menggunakan orang-orang Syiah bayaran untuk mempersekusi mereka yang menolak menghina simbol-simbol agama dan menjelek-jelekkan Iran.

Spirit syahadah dan kemuliaan diri, yang merupakan warisan Imam Husain di Irak, menjadikan mayoritas warga Irak berkomitmen pada prinsip agama dan perlawanan terhadap kaum tiran. Spirit inilah yang telah mengalahkan kaum penindas. Hari ini, berkat spirit tersebut, AS akan tunduk dan tidak mendapat bantuan kecuali dari segelintir joker; orang-orang yang merupakan antek gratis bagi Washington.

Para Joker di Irak mesti sadar bahwa AS tidak peduli soal Syiah, Sunni, Arab, atau Kurdi di Irak. AS hanya ingin mewujudkan semua tujuannya di Irak tanpa ada korban di pihaknya.

Para Joker ini harus tahu bahwa ketika mereka menyerang al-Hashd al-Shaabi dan menyebutnya sebagai milisi pro-Iran, serta mempropagandakan dusta AS-Zionis-Saudi bahwa al-Shaabi menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, pada hakikatnya mereka telah melucuti bangsa Irak dari senjata terkuat yang telah melindungi kehormatan dan martabatnya.

Para Joker Irak pasti mendengar bahwa Ketua Partai Lebanese Forces, Samir Geagea mengaku memiliki 1.500 serdadu bersenjata yang akan memerangi Hizbullah dengan dibantu AS, Saudi, dan UEA. Apakah statemen Geagea ini memicu kekhawatiran atau respons tertentu? Adakah orang yang menyebut pasukan Geagea sebagai milisi dan membunyikan alarm bahaya? Jawabannya tidak, sebab Geagea melayani kepentingan AS, Israel, Saudi, dan UEA.

Namun di lain pihak, AS membuat kebisingan di seantero dunia hanya karena Hizbullah dan al-Hashd al-Shaabi memiliki senjata. Kenapa? Karena senjata itu digunakan untuk membela Irak dan Lebanon dari keserakahan AS serta Rezim Zionis.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *