Jumblatt Ungkap Trik Lama Israel Eksploitasi Druze Demi Pecah-Belah dan Kuasai Kawasan
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Druze Lebanon, Walid Jumblatt, menolak klaim Israel mengenai komunitas Druze dan menyebutnya sebagai kebohongan yang bertujuan untuk mengeksploitasi kelompok ini demi kepentingan geopolitiknya. Ia menegaskan bahwa rezim Zionis menggunakan isu Druze sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk memperkuat cengkeramannya di kawasan.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada Jumat (28/3), Jumblatt menyebut Israel secara sistematis mengeksploitasi Druze Suriah sebagai bagian dari rencana yang bertujuan memecah belah negara-negara Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Jumblatt menyoroti bahwa strategi Israel mencakup upaya membagi negara-negara kawasan ke dalam struktur sektarian dan agama guna menciptakan ketidakstabilan yang berkelanjutan. Menurutnya, ini bukanlah fenomena baru, melainkan kelanjutan dari proyek lama yang telah lama dijalankan oleh rezim Zionis untuk melemahkan persatuan di dunia Arab.
Israel dan Politik Pemecahbelahan Kawasan
Lebih lanjut, Jumblatt mengkritik kebijakan Israel yang dinilainya terus memanfaatkan berbagai kelompok etnis dan agama untuk mengukuhkan pengaruhnya. Ia memperingatkan bahwa eksploitasi terhadap komunitas Druze bukan hanya terjadi di Suriah, tetapi juga di wilayah lain, dengan tujuan memperkeruh situasi politik dan sosial.
Jumblatt menegaskan, komunitas Druze, baik di Lebanon maupun di Suriah, menolak untuk dijadikan alat politik oleh Israel dan menolak campur tangan Zionis dalam urusan internal mereka.
