Juru Bicara Militer Iran: Musuh Akan Membayar Harga Mahal
POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menegaskan bahwa Iran akan memberikan balasan tegas dan menghukum atas serangan yang dilancarkan oleh rezim Zionis terhadap sejumlah wilayah sipil dan strategis di Teheran.
Dalam wawancara dengan media nasional, Jenderal Shekarchi menyatakan, “Tindakan pembalasan Republik Islam sudah pasti. Musuh sedang menjalankan kebenciannya—namun kami sampaikan kepada rakyat Iran agar tidak khawatir. Musuh Zionis, yang bertindak dengan dukungan Amerika Serikat dan menyerang kawasan permukiman, akan membayar harga yang sangat mahal.”
Tanggapan Keras dan Kesiapan Penuh
Jenderal Shekarchi menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran berada dalam kesiapan 100 persen, dan bahwa tindakan balasan akan bersifat berat dan terukur.
“Rumah sejumlah pejabat militer dan ilmuwan nuklir telah menjadi sasaran. Beberapa komandan kami telah gugur sebagai syuhada. Namun musuh harus tahu, tindakan ini tidak akan berlalu tanpa pembalasan.”
Ia juga menekankan pentingnya ketenangan publik dan kewaspadaan terhadap disinformasi: “Tidak ada alasan untuk khawatir di dalam negeri. Rezim Zionis dan pendukungnya akan menerima tamparan yang menyakitkan. Kami menyerukan agar masyarakat hanya merujuk pada media nasional untuk informasi akurat.”
Serangan terhadap Kawasan Permukiman
Menurut laporan resmi, serangan udara Israel pada Jumat dini hari menargetkan beberapa bagian Teheran, termasuk wilayah permukiman sipil.
Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk:
1. Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami,
2. Anggota Parlemen dan mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi
3. Komandan senior Militer, Jenderal Gholamali Rashid
4. Presiden Universitas Azad dan ilmuwan nuklir terkemuka, Dr. Mohammad Mehdi Tehranchi.
Kesimpulan:
Pernyataan Jenderal Shekarchi memperkuat posisi resmi Iran bahwa serangan ini merupakan “pelanggaran besar” terhadap kedaulatan nasional dan akan mendapat “respons strategis dan menghukum”, yang dapat meningkatkan ketegangan secara drastis di Kawasan.
