Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Kamala Harris Sebut Trump ‘Alihkan Isu Epstein’ Lewat Eskalasi Iran

POROS PERLAWANAN — Mantan Wakil Presiden AS, Kamala Harris menyebut bahwa Presiden Donald Trump menggunakan konflik dengan Iran sebagai distraksi politik dari sorotan terhadap kasus Jeffrey Epstein.

Mengutip Press TV, Harris menyampaikan pernyataan itu dalam jamuan makan siang perempuan di Huntington Place, Detroit, pada konvensi pengesahan Partai Demokrat Michigan, pada Minggu 19 April. Ia menilai keterlibatan Washington dalam konflik dengan Teheran bukan pilihan publik Amerika dan berdampak langsung pada lonjakan harga energi.

“Trump masuk ke perang dan ditarik oleh Netanyahu. Rakyat Amerika tidak menginginkan ini. Dampaknya terasa pada harga bensin,” ujar Harris, merujuk pada Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Harris menilai eskalasi militer terhadap Iran dimanfaatkan untuk menggeser perhatian publik dari isu domestik sensitif, termasuk keterkaitan Trump dengan Epstein. Ia juga mengkritik arah kebijakan luar negeri Pemerintahan saat ini yang dinilai merusak hubungan dengan sekutu dan memperburuk stabilitas global.

Menurutnya, kebijakan tersebut meningkatkan risiko terhadap personel Militer AS sekaligus memperberat tekanan ekonomi rumah tangga akibat kenaikan harga energi. Harris bahkan menyebut Pemerintahan saat ini sebagai yang “paling korup” dan “tidak kompeten” dalam sejarah modern AS.

Di sisi lain, penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak global, memperdalam dampak ekonomi konflik. Upaya de-eskalasi sempat muncul pada 8 April ketika Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan.

Namun, perundingan lanjutan antara delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Ghalibaf dan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir buntu setelah 21 jam negosiasi. Teheran menyebut tuntutan Washington berlebihan, sementara kesepakatan final gagal tercapai.

Dengan tensi geopolitik yang tetap tinggi dan tekanan ekonomi yang meluas, pernyataan Harris menambah dimensi domestik pada konflik luar negeri yang kian kompleks.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *