Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kelompok Perlawanan Baru Irak Akui Bertanggung Jawab atas Serangan di Arbil

POROS PERLAWANAN – Portal Telegram Sabirin News melaporkan, sebuah kelompok Irak yang baru dibentuk menyatakan diri sebagai pelaku serangan roket di Arbil, Ibu Kota Wilayah Otonom Kurdi Irak.

Dilansir Fars, dalam statemen yang dipublikasikan kelompok bernama Awliya al-Dam itu disebutkan, ”Dengan taufik Allah dan doa rakyat kita, para pejuang kalian di Awliya al-Dam pada pukul 21.15 Senin 15 Februari telah melancarkan operasi sukses atas penjajah AS di kawasan utara kita.”

“Kami mendekat hingga jarak 7 kilometer pangkalan penjajah (al-Harir) di Arbil, kemudian menembakkan 24 roket yang mengenai sasaran lantaran lemahnya sistem pertahanan udara AS.”

“Operasi ini telah merusak sejumlah kendaraan, gudang, dan pesawat milik Penjajah AS. Sejumlah anasir penjajah juga terluka atau tewas. Kami beritahukan kepada rakyat, bahwa mortir-mortir yang berjatuhan di luar pangkalan AS adalah roket-roket AS yang ditembakkan untuk menghadang serangan kami.”

“Kami memperbarui janji kepada rakyat yang penyabar, bahwa kami memenuhi seruan kalian untuk membalaskan dendam para komandan syahid kita. Para penjajah tidak akan merasa aman di mana pun mereka berada, bahkan di Kurdistan (Irak) sekalipun. Kami berjanji kepada kalian untuk melancarkan operasi-operasi lain.”

Pada Senin malam, media-media memberitakan serangan ke bandara internasional Arbil dan sebuah pangkalan AS di bandara tersebut.

Menurut kutipan Reuters dari sumber-sumber keamanan, sejumlah roket menyasar pangkalan yang ditempati pasukan di bawah komando AS.

Al-Jazeera melaporkan, alarm bahaya di Konsulat AS di Arbil segera berbunyi usai terjadinya serangan ke bandara.

Jubir Koalisi Internasional di Irak, Wayne Marotto di laman Twitter-nya menulis, ”Laporan-laporan awal menunjukkan bahwa serangan tidak langsung ke Pasukan Koalisi telah menewaskan seorang kontraktor dan melukai 5 kontraktor lain. Seorang serdadu AS juga mengalami luka-luka”.

Tags: