Kelompok Perlawanan Fatemiyoun Nyatakan Siap Hadapi Israel, Keluarkan Pernyataan Tegas Usai Serangan Rezim Zionis terhadap Iran
POROS PERLAWANAN — Kelompok Perlawanan Islam Afghanistan, Fatemiyoun merilis pernyataan publik menyusul serangan udara Israel yang menyasar sejumlah komandan senior IRGC.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Kantor Berita Tasnim pada Minggu 15 Juni, para pejuang, keluarga korban, serta veteran Fatemiyoun menyampaikan kesiapan mereka untuk terlibat dalam apa yang mereka sebut sebagai “pertempuran eksistensial” melawan ”Israel penindas dan pelanggar hak asasi manusia”.
“Dalam kondisi migrasi dan jihad yang sulit, mujahidin Fatemiyoun telah membuktikan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam perlawanan terhadap rezim Zionis,” bunyi pernyataan tersebut.
Kelompok Perlawanan ini menyoroti serangan udara yang menargetkan wilayah Iran, serta menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan stabilitas Kawasan. Mereka juga mengekspresikan solidaritas dengan warga Iran yang menjadi korban, termasuk anggota militer, ilmuwan, dan warga sipil.
Mengutip ayat Al-Quran, pernyataan tersebut menyerukan mobilisasi melawan apa yang mereka anggap sebagai “agresi sistematis” terhadap dunia Islam. Fatemiyoun menyatakan bahwa konflik ini bukan semata persoalan geopolitik, melainkan bagian dari perjuangan ideologis yang lebih besar.
“Kami tidak melihat pertempuran ini sebagai konflik kepentingan regional, melainkan sebagai bagian dari perjuangan menuju pemerintahan global Islam dan kemunculan Imam Mahdi,” lanjut pernyataan mereka.
Mereka juga mengkritik negara-negara di Kawasan yang bersikap diam atau kompromistis terhadap serangan Israel, serta menyerukan pembalasan dan “kebangkitan kolektif” di dunia Muslim.
Dalam bagian akhir pernyataan, Fatemiyoun memperingatkan bahwa sikap netral atau diam dalam situasi ini bisa dipandang sebagai bentuk kolaborasi dan persekongkolan dengan pihak penyerang.
