Kelompok Perlawanan Islam Irak Tawarkan Imbalan atas Informasi Keberadaan dan Aktivitas Pejabat Militer dan Intelijen AS
POROS PERLAWANAN — Sejumlah kelompok dalam jaringan Perlawanan Islam Irak yang berafiliasi dengan Hashd al-Shaabi mengumumkan imbalan finansial bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai pejabat Militer dan Intelijen Amerika Serikat yang beroperasi di Irak maupun kawasan sekitarnya.
Laporan Press TV pada Sabtu 14 Maret menyebut pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi sehari sebelumnya. Kelompok Perlawanan menilai tekanan terhadap pasukan Amerika di lapangan semakin meningkat dan membuat opsi keamanan mereka semakin terbatas.
“Penyempitan ruang gerak terhadap Amerika di lapangan telah mengurangi opsi keamanan mereka,” bunyi pernyataan tersebut.
Kelompok tersebut menyebut situasi tersebut mencakup berbagai spesialisasi personel Amerika, baik dari Militer maupun Lembaga Intelijen dan spionase yang beroperasi di Irak serta kawasan regional.
Menurut pernyataan tersebut, sebagian personel Amerika kini menggunakan lokasi sipil sebagai titik operasi alternatif yang dianggap lebih aman.
“Hal ini berlaku bagi seluruh spesialisasi, baik dari Militer AS maupun Badan Intelijen dan spionase yang beroperasi di Irak dan Kawasan”, tulis pernyataan tersebut.
Tawarkan Imbalan 150 Juta Dinar
Kelompok Perlawanan mengumumkan imbalan sebesar 150 juta Dinar Irak, setara sekitar 114.500 Dolar AS, bagi pihak yang memberikan informasi intelijen akurat.
Informasi tersebut harus mengarah langsung pada identifikasi atau operasi penangkapan pejabat Militer maupun Intelijen Amerika tingkat tinggi.
Program imbalan tersebut terbuka bagi warga Irak maupun warga asing yang tinggal di negara itu.
Kelompok Perlawanan juga meminta informasi disampaikan melalui saluran komunikasi aman di markas faksi yang tersebar di berbagai wilayah Irak.
Pernyataan tersebut menegaskan perlindungan penuh terhadap identitas pemberi informasi.
“Kerahasiaan sumber informasi serta perlindungan identitas akan dijamin sesuai prosedur keamanan yang ketat,” bunyi pernyataan tersebut.
Serangan terhadap Pasukan AS
Sehari sebelumnya, Kelompok Perlawanan Irak juga mengumumkan seluruh awak pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat tewas setelah pesawat tersebut ditembak jatuh.
Pesawat tersebut dilaporkan membawa enam awak.
Dalam laporan sebelumnya, jaringan Perlawanan Islam Irak menyebut telah melancarkan 291 operasi militer dalam kurun 12 hari terakhir.
Kelompok tersebut juga menyebut 13 personel Militer Amerika tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai serangan terhadap pasukan AS.
