Keputusan Trump Hentikan Bantuan Senjata ke Ukraina Kejutkan Pejabat AS
POROS PERLAWANAN — Sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk anggota Kongres dan pejabat senior Departemen Luar Negeri, dikabarkan terkejut oleh keputusan mendadak Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk menangguhkan pengiriman bantuan militer utama ke Ukraina.
Mengutip laporan Al Jazeera pada Kamis 3 Juli, keputusan tersebut dinilai diambil tanpa koordinasi memadai antarlembaga Pemerintah, termasuk dengan Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri. Beberapa anggota Dewan Kepala Staf Gabungan AS dilaporkan tidak sepakat dengan keputusan itu.
“Tingkat koordinasi dalam proses pengambilan keputusan ini sangat rendah. Bahkan beberapa pejabat senior mendengarnya setelah keputusan diumumkan,” ujar salah satu sumber kepada Politico.
Pentagon Hentikan Pengiriman Rudal dan Amunisi Presisi
Dalam pernyataan resminya, Pentagon pada Selasa 2 Juli menyatakan telah menangguhkan pengiriman sistem rudal pertahanan udara dan amunisi berpemandu presisi ke Ukraina. Alasan yang dikemukakan adalah menipisnya cadangan strategis senjata di dalam negeri, yang dinilai mulai mengancam kesiapan militer AS sendiri.
Langkah ini diputuskan di tengah meningkatnya tekanan domestik atas prioritas belanja militer luar negeri, serta keraguan politik internal mengenai keberlanjutan dukungan terhadap Ukraina.
Kiev Bereaksi Keras, Panggil Diplomat AS
Sebagai respons, Kementerian Luar Negeri Ukraina pada Rabu 3 Juli secara resmi memanggil Kuasa Usaha AS di Kiev, John Ginkel, untuk menyampaikan protes diplomatik. Dalam pernyataan tertulis di situs resminya, Kementerian tersebut menyebut keputusan AS sebagai “berisiko dan kontraproduktif”.
“Penundaan pengiriman senjata vital ini akan memperburuk posisi Ukraina di garis depan dan secara langsung memperkuat posisi militer Federasi Rusia”, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sumber di lingkungan Gedung Putih juga menyebut bahwa percakapan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Volodymyr Zelensky sedang dijadwalkan, guna membahas dinamika terbaru ini dan mencegah memburuknya hubungan bilateral.
Ketegangan dalam Pemerintahan Trump
Keputusan ini menambah panjang daftar kebijakan luar negeri yang kontroversial di bawah kepemimpinan Presiden Trump, terutama terkait dukungan terhadap sekutu tradisional AS. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat telah menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat mengganggu stabilitas Kawasan dan melemahkan kredibilitas komitmen keamanan Amerika di Eropa Timur.
