Kesaksian Tentara Israel: ‘Apa yang Kami Lakukan di Gaza Lebih Gelap dari Kegelapan’
POROS PERLAWANAN – Jalur Gaza kembali menjadi saksi kekerasan yang sistematis. Seorang tentara cadangan Israel secara terang-terangan mengungkapkan kejahatan perang yang dilakukan oleh militer negaranya. Tentara ini menyampaikan kesaksian tentang kebrutalan, penghancuran tanpa pandang bulu, dan tindakan yang disebutnya sebagai kebijakan “gelap di atas kegelapan”.
Kehidupan Warga Palestina Diremehkan
Dalam laporan Haaretz yang diterbitkan pada Rabu, 11 Desember, jurnalis Israel Chaim Har-Zahav berbagi pengalamannya setelah menyelesaikan misi cadangan selama 86 hari di Gaza. Dalam wawancara tersebut, Har-Zahav, yang baru saja bertugas di pos militer Netzarim, menggambarkan realitas kelam yang ia saksikan, di mana nyawa warga Palestina di Jalur Gaza dipandang sebagai sesuatu yang tak berarti.
“Di Gaza, kehidupan warga Palestina adalah hal yang paling tidak berharga. Tidak ada batasan nyata untuk menembak mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap warga Palestina yang mendekati garis perbatasan di utara Gaza, yang sering kali tidak jelas lokasinya, menjadi sasaran tembakan tanpa pandang bulu.
Zahav juga mengungkapkan bahwa militer Israel secara sistematis menghancurkan bangunan di Gaza, terlepas dari apakah bangunan tersebut memiliki nilai strategis atau tidak. Ia menggambarkan kehancuran ini sebagai kebijakan yang tidak memiliki tujuan militer. “Kekerasan ini tidak ada hubungannya dengan tujuan perang,” tegasnya.
Perang Tanpa Tujuan yang Jelas
Zahav juga mempertanyakan tujuan perang yang awalnya diumumkan oleh pemerintah Israel, seperti membebaskan tahanan yang ditahan oleh Hamas. Menurutnya, tujuan-tujuan tersebut kini tidak lagi menjadi bagian dari pembicaraan atau strategi militer.
“Apa yang terjadi sekarang adalah pembunuhan dan penghancuran tanpa arah. Tujuan yang diumumkan untuk perang ini sudah lama hilang dari diskusi,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa invasi ini mungkin dianggap sah oleh beberapa pihak setelah serangan 7 Oktober 2023, tetapi pada kenyataannya, perang ini tidak pernah berlangsung sebagai perang yang adil.
Kejahatan Perang Sistematis
Zahav menggambarkan tindakan militer Israel di Gaza sebagai sesuatu yang jauh lebih gelap daripada yang bisa dibayangkan. “Apa yang dilakukan di Gaza lebih gelap dari kegelapan itu sendiri. Kejahatan perang yang sangat berbahaya terus dilakukan dalam kerangka ini,” ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.
Ia menutup kesaksiannya dengan menggambarkan situasi perang ini sebagai sesuatu yang kompleks, kacau, dan melampaui batas moral.
Konteks Perang Gaza
Kesaksian ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina di Gaza. Operasi militer besar-besaran yang dilancarkan sejak Oktober 2023 telah mengakibatkan ribuan korban jiwa dan kehancuran infrastruktur sipil. Kritik internasional terhadap tindakan Israel semakin meningkat, namun hingga kini, tidak ada upaya signifikan yang mampu menghentikan kekerasan tersebut.
Laporan ini menjadi salah satu pengakuan paling terbuka dari pihak dalam Israel sendiri mengenai kebijakan perang yang melanggar hukum internasional.
