Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Ketegangan India-Pakistan Meningkat: Dari Pahalgam ke Ancaman Perang

POROS PERLAWANAN – Serangan di Kashmir memicu krisis diplomatik dan militer baru antara dua negara bertetangga, demikian mengutip laporan Kantor Berita Mehr pada Jumat 25 April.

Hubungan antara India dan Pakistan kembali memanas menyusul serangan mematikan terhadap sekelompok wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India. Insiden ini telah menewaskan 26 orang dan melukai puluhan lainnya, memicu reaksi keras dari New Delhi dan memperburuk ketegangan lama antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.

Kementerian Luar Negeri India segera merespons dengan mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Dalam pernyataan resminya, India meminta seluruh warga negara untuk menghindari perjalanan ke Pakistan dan menganjurkan agar warga India yang saat ini berada di Pakistan segera kembali ke Tanah Air.

Pernyataan tersebut juga menyampaikan bahwa, menyusul keputusan Komite Kabinet Keamanan setelah serangan teroris di Pahalgam, Pemerintah India telah menangguhkan semua layanan visa bagi warga negara Pakistan, efektif per 27 April 2025. Seluruh visa yang telah dikeluarkan untuk warga Pakistan juga dinyatakan batal.

Serangan Pahalgam: Salah Satu yang Terparah dalam Sejarah Kashmir

Serangan pada Selasa lalu di kawasan Pahalgam dinilai sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah kontemporer Kashmir. Wilayah ini telah lama menjadi pusat ketegangan antara India dan Pakistan, yang sama-sama mengeklaim wilayah tersebut secara penuh, namun masing-masing hanya menguasai sebagian wilayah.

Pemerintah India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut, meski tidak secara langsung menyebutkan namanya. New Delhi selama ini menuduh Islamabad memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Kashmir—tuduhan yang kembali dibantah keras oleh Pakistan.

India Tangguhkan Perjanjian Air

Sebagai bagian dari respons kerasnya, India mengumumkan penangguhan Perjanjian Air Indus yang telah berlaku sejak 1960. Perjanjian ini mengatur pembagian kendali atas sungai-sungai antara kedua negara, dengan sungai di timur diberikan kepada India dan sungai di barat kepada Pakistan.

Badan Keamanan India menyebut kelompok bernama “Perlawanan Kashmir” sebagai pelaku serangan. Sementara itu, Pakistan mengumumkan bahwa Dewan Keamanan Nasional akan bersidang darurat untuk membahas perkembangan terbaru ini.

Pengusiran Diplomat dan Penasihat Militer Pakistan

Sebagai tindakan lanjutan, India memerintahkan pengusiran penasihat militer Pakistan dari kedutaan Pakistan di New Delhi. Selain itu, pengusiran tahap kedua terhadap sejumlah diplomat Pakistan dijadwalkan akan berlangsung pekan depan.

Krisis ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan yang lebih besar antara kedua negara, yang sebelumnya telah terlibat dalam tiga perang besar sejak merdeka dari Inggris pada 1947.

Reaksi Pakistan: Kami Akan Memberi Respons Setimpal

Menanggapi tuduhan India, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif menegaskan bahwa “Islamabad akan memberikan respons yang sepadan terhadap tindakan India”. Ia juga membantah tudingan keterlibatan Pakistan dalam serangan teror dan sebaliknya menuduh India mendukung kelompok separatis Baloch serta memfasilitasi aksi teror melalui konsulatnya di Afghanistan.

Langkah Balasan Pakistan

Setelah pertemuan darurat di Islamabad, Pakistan menyatakan penasihat militer India di Islamabad sebagai persona non grata dan memberikan tenggat hingga akhir April untuk meninggalkan negara tersebut. Selain itu, Pakistan menangguhkan seluruh hubungan dagang dengan India, termasuk yang dilakukan melalui negara ketiga.

Menurut laporan Al Jazeera, Islamabad juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap hak Pakistan atas aliran Sungai Barat akan dianggap sebagai tindakan perang. Pakistan juga telah menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan dari India.

Sebagai tambahan, jumlah staf di Komisi Tinggi India di Islamabad akan dikurangi menjadi hanya 30 orang, efektif mulai 30 April.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *