Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ketua Parlemen Iran: Militer Eropa Bakal Dianggap Teroris

Ketua Parlemen Iran: Republik Islam Berperang Melawan Musuh di Empat Front

POROS PERLAWANAN — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan Angkatan Bersenjata negara-negara Eropa akan diperlakukan sebagai kelompok teroris jika Uni Eropa mengambil langkah mengategorikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris. Qalibaf menegaskan konsekuensi keputusan tersebut menjadi tanggung jawab pihak Eropa.

Pernyataan itu disampaikan Qalibaf dalam sidang terbuka Majelis Permusyawaratan Islam pada Minggu 1 Februari, dikutip Kantor Berita Mehr.

“Menurut Pasal 7 Undang-Undang Tindakan Pembalasan, sebagai respons atas deklarasi IRGC sebagai organisasi teroris, Angkatan Bersenjata negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris. Konsekuensi tindakan ini akan ditanggung Uni Eropa,” kata Qalibaf.

Qalibaf Sebut Eropa “Tunduk” pada AS dan Israel

Qalibaf menilai langkah Eropa terhadap IRGC merupakan bentuk kepatuhan terhadap Amerika Serikat dan para petinggi Israel. Ia menyebut keputusan tersebut justru mempercepat kemunduran pengaruh Eropa dalam tatanan dunia mendatang.

Menurut Qalibaf, gerakan pro-Zionis disebut berusaha membangun tekanan media untuk mengintimidasi Iran serta negara-negara yang menolak dominasi Barat. Namun ia menekankan IRGC dipandang rakyat Iran sebagai bagian dari negara, terutama karena perannya dalam isu keamanan dan berbagai krisis domestik.

Qalibaf menyebut IRGC terlibat dalam penanganan bencana alam seperti banjir dan gempa, serta ikut membantu saat pandemi Covid-19, termasuk program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

IRGC sebagai Penghalang Penyebaran Terorisme ke Eropa

Qalibaf menyatakan Eropa merugikan dirinya sendiri dengan menyerang IRGC. Ia menyebut IRGC merupakan salah satu penghalang utama penyebaran terorisme ke wilayah Eropa.

Ketua Parlemen itu juga menyebut IRGC berperan dalam memukul mundur ISIS di Kawasan, dan menyinggung banyak korban yang jatuh dalam operasi anti-terorisme, termasuk syahidnya Jenderal Qasim Soleimani.

Qalibaf menyatakan tekanan terhadap IRGC justru akan memperkuat solidaritas sosial di Iran. Menurutnya, serangan politik semacam itu mendorong masyarakat semakin mendukung IRGC dalam menjaga keamanan dan martabat nasional.

Seruan Menjaga Persatuan dan Fokus Ekonomi

Dalam pernyataan yang sama, Qalibaf juga menyinggung momentum peringatan kembalinya Imam Khomeini ke Iran dan dimulainya “Dekade Fajar” Revolusi Islam. Ia menyebut kemenangan Revolusi Islam menjadi titik balik pemutusan dominasi asing dari Iran.

Qalibaf menyerukan agar Pemerintah dan masyarakat mengutamakan kepentingan nasional, menghindari konflik faksional, serta fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ia juga meminta negara mendengar tuntutan dan protes yang dinilai sah, serta memperbaiki kondisi ekonomi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *