Ketua Parlemen Iran Tiba di Jakarta untuk Hadiri Sidang ke-19 PUIC
POROS PERLAWANAN — Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen) Republik Islam Iran, Mohammad Baqir Qalibaf, tiba di Jakarta pada Rabu pagi 14 Mei dalam rangka menghadiri Sidang Umum ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC/Parliamentary Union of the OIC Member States).
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Qalibaf mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan disambut secara resmi oleh sejumlah pejabat diplomatik dan protokoler dari Pemerintah Indonesia.
Sidang PUIC kali ini diselenggarakan pada 12–15 Mei 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), dengan tema “Tata Kelola yang Baik dan Kelembagaan yang Kuat sebagai Pilar Ketahanan” (Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience). Forum ini mempertemukan para ketua parlemen, delegasi legislatif, dan perwakilan dari negara-negara anggota OKI untuk membahas isu-isu strategis dunia Islam, memperkuat kerja sama antarparlemen, dan merumuskan sikap kolektif terhadap tantangan geopolitik serta kemanusiaan global.
Turut mendampingi Ketua Majelis Permusyawaratan Islam dalam lawatan ini antara lain:
-
Mohsen Zanganeh, Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Iran-Indonesia;
-
Kamran Poladi, anggota parlemen dari daerah pemilihan Nowshahr;
-
Zahra Saeedi, anggota parlemen dari Mobarakeh;
-
Osman Salari, anggota parlemen dari Torbatjam;
-
Mohammad Hossein Mohammadi, anggota parlemen dari Delfan;
-
Abolfazl Amouei, Asisten Khusus Ketua Parlemen untuk Urusan Internasional;
-
Vahid Jalalzadeh, Wakil Parlemen untuk Kementerian Luar Negeri;
-
Saeed Ahadian, Penasihat Media Ketua Parlemen; serta
-
Iman Shamsai, Direktur Jenderal Kantor Media dan Komunikasi Parlemen.
Delegasi Iran dijadwalkan mengikuti sesi pleno, diskusi panel, serta pertemuan bilateral dengan sejumlah parlemen negara sahabat. Kehadiran mereka bertujuan memperkuat posisi Iran dalam diplomasi parlemen dunia Islam dan menekankan pentingnya solidaritas negara-negara Muslim dalam menghadapi isu-isu global seperti agresi terhadap Palestina, Islamofobia, serta tantangan pembangunan dan ketahanan ekonomi.
Sidang PUIC merupakan forum strategis yang mempertemukan lebih dari 50 parlemen negara anggota OKI dan para pengamat, dengan mandat untuk mempererat hubungan legislatif antarnegara Islam dan mendorong koordinasi kebijakan dalam isu-isu politik, sosial, dan budaya.
