Khalil al-Hayya Dipilih Sebagai Pemimpin Baru Hamas: Jalan Perjuangan dan Perlawanan Tetap Berlanjut
POROS PERLAWANAN – Pemangku jabatan tertinggi Gerakan Hamas telah dipilih pada hari Senin 20 Juli kemarin; sebuah pemilihan yang disambut baik oleh kelompok-kelompok Perlawanan, baik di dalam maupun di luar Palestina.
Fars melaporkan bahwa terpilihnya Khalil al-Hayya, di bawah konsensus internal, mengirimkan pesan bahwa Hamas akan melanjutkan jalur perlawanan, terlepas dari siapa pun yang memimpin. Ini adalah bagian dari pernyataan Osama Hamdan, salah satu pemimpin Gerakan Hamas. Dalam wawancaranya dengan jaringan berita al-Mayadeen, Hamdan menegaskan bahwa keberhasilan Hamas dalam memilih al-Hayya sebagai pemimpin baru merupakan tanda dinamika Hamas dan proyek perlawanan.
Ia menyatakan bahwa pemilihan al-Hayya menunjukkan bahwa Hamas akan terus menjalankan tugasnya terhadap rakyat Palestina dan sekutu-sekutunya. Hamdan menjelaskan, “Al-Hayya memiliki banyak pengalaman, sangat memahami detail Gerakan di berbagai tingkatan, dan telah berada di pusat jalur negosiasi. Hal inilah yang akan membantunya dalam upaya untuk mengakhiri genosida di Jalur Gaza.”
Al-Hayya Menang dengan Selisih Besar dari Khaled Mashal
Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Senin kemarin mengumumkan pemilihan Khalil al-Hayya (65 tahun) sebagai Kepala Biro Politik (jabatan tertinggi) dan pengganti dari Syahid Yahya Sinwar. Meskipun sejak syahidnya Yahya Sinwar pada 16 Oktober 2024, Khalil al-Hayya sudah dikenal sebagai otoritas tertinggi Hamas, namun pemilihan resminya sebagai Kepala Biro Politik baru terjadi sekarang.
Hingga saat ini, empat putra dari Khalil al-Hayya telah gugur dalam serangan Rezim Zionis, yang terakhir adalah Azzam Khalil al-Hayya pada tanggal 17 Mei lalu.
Beberapa sumber menyebutkan, persaingan untuk memilih Kepala Biro Politik baru Hamas terjadi terutama antara Khalil al-Hayya, pemimpin Gerakan ini di Jalur Gaza, dan Khaled Mashal, mantan Kepala Biro Politik Hamas sekaligus penanggung jawab kegiatan luar negeri Gerakan tersebut.
Pemilihan ini diselenggarakan dalam atmosfer yang sangat rahasia. Sumber-sumber Palestina mengabarkan bahwa di antara anggota Dewan Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya yang berasal dari Jalur Gaza, mendapatkan dukungan yang jauh lebih besar dibandingkan pesaingnya dan berhasil memenangkan mayoritas suara.
Hamas Sedang Melengkapi Jalur Perlawanan
Dalam pernyataannya, Hamdan mengatakan, “Al-Hayya telah berjuang melawan ancaman dan serangan selama lebih dari 20 tahun. Setelah terbunuhnya sejumlah pemimpinnya, Gerakan ini sedang dalam proses melengkapi jalur perlawanan serta membangun kembali situasi internal dan lapangannya.”
Ia percaya bahwa soliditas Gerakan Hamas adalah salah satu faktor kekuatan paling menonjol yang diandalkan oleh setiap pemimpin di dalam Gerakan tersebut.
Mengenai masalah Palestina, Hamdan mengatakan bahwa Hamas telah berhasil menciptakan posisi nasional yang bersatu dalam mendukung Perlawanan. Ia menilai bahwa Otoritas Palestina tertinggal dari jalur ini. Pemimpin Hamas ini menegaskan, Amerika Serikat dan Rezim Zionis menargetkan Kawasan dengan serangan-serangan mereka untuk menjadikan keberadaan Rezim tersebut sebagai titik berat di Kawasan, namun Hamas melawan masalah ini.
Penyambutan Kelompok-kelompok Perlawanan atas Kepemimpinan al-Hayya
Pemilihan al-Hayya disambut baik oleh kelompok-kelompok Perlawanan di dalam dan di luar Palestina. Selain memberikan ucapan selamat atas posisi tertingginya di Hamas, Kataib Hizbullah Irak menganggap terpilihnya al-Hayya sebagai “pukulan yang menyakitkan bagi musuh bangsa Palestina.” Kataib Hizbullah Irak meyakini bahwa pemilihan ini menunjukkan bahwa “Gerakan-gerakan Perlawanan akan tetap menjadi mata air yang mengalir dan api yang menyala, serta akan melanjutkan jalurnya dengan langkah-langkah teguh menuju kemenangan.”
Kantor Politik Ansharullah juga mengucapkan selamat atas pemilihan ini dan mengatakan, “Kami yakin bahwa terpilihnya al-Hayya akan menambah kecemerlangan, kekuatan, dan keteguhan Perlawanan Palestina, karena ia adalah salah satu pemimpin pejuang Palestina yang bangkit dari tengah rasa sakit, penderitaan, dan harapan rakyat Palestina.”
Ansharullah menegaskan bahwa dengan pemilihan ini, Hamas menunjukkan bahwa “Perlawanan Palestina tidak terkalahkan dan tujuan Israel untuk menghancurkan perlawanan telah gagal.”
Sambil mengumumkan kembali dukungannya terhadap rakyat dan perjuangan Palestina, Ansharullah menegaskan bahwa Umat Islam bertanggung jawab untuk mendukung rakyat Palestina.
