Konflik Memanas: Serangan Rudal dan Drone Pakistan Guncang Jammu, India Aktifkan Pertahanan Udara
POROS PERLAWANAN – Ketegangan militer antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan kembali meningkat tajam. Pada Jumat 9 Mei, Militer India mengonfirmasi bahwa sejumlah ledakan terdengar di berbagai penjuru kota Jammu, Kashmir yang diduduki India, menyusul serangan terkoordinasi menggunakan pesawat nirawak dan rudal dari wilayah Pakistan.
Menurut laporan resmi Militer India yang dilaporkan oleh Reuters, sistem pertahanan udara mereka dikerahkan untuk menghadapi serangan tersebut. Sebanyak delapan rudal dilaporkan ditembakkan dari wilayah Pakistan menuju kawasan strategis seperti Satwari, Samba, Ranbir Singh Pura, dan Arnia, semuanya terletak di zona merah perbatasan yang disengketakan.
Rekaman visual yang dirilis oleh media internasional, termasuk Reuters, menunjukkan langit kota Jammu memerah akibat nyala peluncuran dan deteksi rudal, sementara sirene peringatan berbunyi tiada henti.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas potensi eskalasi, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan bahwa Menteri Luar Negeri, Marco Rubio telah menghubungi baik Menlu India, Subrahmanyam Jaishankar maupun PM Pakistan, Shehbaz Sharif dalam upaya meredakan ketegangan.
Namun, seruan diplomatik tersebut tampaknya tenggelam di tengah arus balas-membalas di medan tempur. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar memperingatkan bahwa kedua negara kini berada “di ambang konflik besar”. Dalam pernyataan resminya pada Kamis 8 Mei, Dar mengungkapkan bahwa sedikitnya 31 warga Pakistan tewas dan 57 lainnya terluka akibat serangan udara India yang terjadi pada Rabu pagi di wilayah Kashmir yang dikuasai Islamabad.
“Kami tidak akan tinggal diam terhadap agresi ini. Pakistan memiliki hak penuh untuk merespons dengan kekuatan penuh terhadap pelanggaran kedaulatan kami,” tegas Dar.
Konflik bersenjata terbaru ini kembali membuka luka sejarah panjang permusuhan India-Pakistan yang telah berakar sejak pemisahan berdarah pada 1947. Wilayah Kashmir yang kaya sumber daya, namun terbelah secara administratif, tetap menjadi sumbu pemantik utama dalam setiap konfrontasi militer.
Dengan kedua negara memegang persenjataan nuklir dan memiliki sejarah ketidakpercayaan yang mendalam, setiap percikan kecil berisiko menjadi kobaran perang regional yang meluas, dan dunia kembali menyaksikan bagaimana krisis satu kawasan dapat menjalar menjadi ancaman global.
