Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Kongres AS: Trump Upayakan Kesepakatan dengan Iran, Mirip yang Sebelumnya Pernah Dibatalkan

POROS PERLAWANAN — Anggota Kongres dari Partai Demokrat, John Garamendi menilai Donald Trump tengah mengupayakan kesepakatan dengan Iran yang serupa dengan perjanjian yang pernah dibatalkan tujuh tahun lalu. Pernyataan disampaikan di tengah kembali bergulirnya jalur diplomasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.

Kepada Al Jazeera Qatar, Garamendi mengatakan pendekatan Trump terhadap Iran berpotensi menghasilkan solusi, namun mengandung risiko tinggi. “Pendekatan Trump terhadap Iran mungkin mengarah pada solusi, tetapi sangat berbahaya,” ujarnya, seperti dikutip IRNA pada Rabu 25 Februari.

Isu ini mengemuka setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menggelar pertemuan tertutup dengan para pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, termasuk Ketua serta Anggota senior Komite Intelijen dari kedua kamar. Pertemuan berlangsung Selasa malam waktu setempat, menjelang pidato tahunan Trump di hadapan Kongres.

Forum tersebut dikenal sebagai Kelompok Delapan, terdiri dari delapan pejabat senior Kongres yang secara hukum boleh menerima akses informasi keamanan dan intelijen paling sensitif. Kelompok ini mencakup pemimpin mayoritas dan minoritas di Senat dan DPR, serta Pimpinan dan Anggota senior Komite Intelijen dari kedua kamar. Pemerintah memberi pengarahan langsung kepada mereka dalam isu keamanan nasional strategis.

Perkembangan diplomatik berlangsung setelah konflik singkat selama 12 hari antara Amerika Serikat dan Israel melawan fasilitas nuklir Iran. Meski diwarnai pernyataan keras dan ancaman dari Washington, jalur komunikasi tidak langsung antara kedua negara tetap dibuka.

Putaran pertama pembicaraan pascakonflik digelar di Muscat, Oman, pada Jumat 6 Februari. Delegasi Iran dan Amerika Serikat menyampaikan pandangan serta posisi masing-masing melalui mediasi Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidy.

Putaran kedua berlangsung di Jenewa, Swiss pada Selasa 17 Februari. Pertemuan berakhir setelah sekitar tiga setengah jam konsultasi diplomatik intensif. Format pertemuan tetap tidak langsung dengan fasilitasi Kesultanan Oman. Putaran lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung di Jenewa pada Kamis.

Dinamika ini menandai fase baru hubungan Teheran dan Washington. Di satu sisi, ada ruang negosiasi. Di sisi lain, skeptisisme tetap kuat, terutama terkait konsistensi kebijakan dan jaminan implementasi kesepakatan di masa depan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *