Kontradiksi Washington: Ajak Berunding Sembari Umbar Ancaman dari Diego Garcia
POROS PERLAWANAN – Berbarengan dengan meningkatnya spekulasi terkait potensi perundingan nuklir Tehran dan Washington, Menhan AS, Pete Hegseth dalam sebuah pernyataan ambigu enggan membenarkan atau menyangkal hubungan pengiriman pesawat pengebom strategis B-2 dengan Iran. Ia hanya berkata,”Ini berkaitan dengan mereka sendiri.”
Dilansir Fars, Hegseth di hadapan wartawan dalam lawatannya ke Panama bicara soal kemungkinan pengiriman pesan peringatan kepada Iran melalui penempatan B-2 di pulau Diego Garcia. Ia mengatakan,”Ini adalah sebuah aset berharga … dan memiliki pesan bagi semua pihak.”
“Presiden Donald Trump memiliki sikap jelas. Iran tidak boleh mendapatkan bom nuklir. Kami berharap hal ini diatasi dengan cara damai,” ujarnya.
Menhan AS menyampaikan hal ini setelah baru-baru ini Presiden AS mengumumkan siap memulai perundingan langsung dengan Iran terkait program nuklir. Di saat yang sama, Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi “bahaya besar” jika perundingan gagal.
Tehran sendiri berulang kali menegaskan tak akan menyerah di hadapan ancaman-ancaman Washington. Iran juga menyatakan, perundingan hanya dilakukan secara tidak langsung melalui sejumlah mediator di Oman.
Meski perundingan tak langsung ini rencananya akan diadakan pada Sabtu 12 April mendatang, Kemenkeu AS kembali mengumumkan sanksi-sanksi baru atas Iran. Selain itu, Trump pada Rabu kemarin kembali mengumbar ancaman kepada Tehran.
“Jika diperlukan, kami akan menggunakan pasukan militer. Tentu Israel akan berada di garis depan. Namun kami mengambil keputusan untuk kami sendiri,” kata Trump.
Beberapa waktu lalu, harian Telegraph melaporkan bahwa Iran memperingatkan, jika Inggris bekerja sama dengan AS untuk menyerang Negeri Mullah, Iran akan menargetkan pangkalan Diego Garcia di Kepulauan Chagos di Samudera Hindia.
