Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Kritik Kebijakan Luar Negeri AS, Diplomat Rusia: Kredibilitas Global AS Sudah Merosot

POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev menilai bahwa kebijakan luar negeri Pemerintah AS kehilangan stabilitas.

Dilansir Fars, Medvedev dalam artikel berjudul “Pelajaran yang Tak Diambil dari Sejarah” memperingatkan, hubungan Rusia-AS saat ini tengah berubah menjadi konflik dan kembali ke era Perang Dingin.

“Tekanan sanksi, ancaman, perilaku kontradiktif, dan pembelaan terhadap kepentingan egois tengah menyeret dunia ke rawa instabilitas permanen”, tulis Medvedev dalam artikel yang dipublikasikan Sputnik itu.

Mantan PM Rusia periode 20112-2020 itu melanjutkan, ”Di masa itu (Perang Dingin), kebijakan luar negeri AS memaksa negara kita untuk memberikan balasan. Di akhir dekade 1950 dan awal 1960, AS menginstruksikan penempatan rudal di Turki, selatan Vietnam, dan Lebanon. Kebijakan gagal AS terhadap Kuba telah memicu revolusi. Kini, (AS) berusaha mengendalikan pulau ini”.

“Kadang kala, para pemimpin kedua negara menjalin hubungan secara langsung. Namun hal ini tidak terjadi di sebagian waktu. Namun dialog antara Uni Soviet dan AS berlangsung dekat dan tidak menggunakan bahasa ancaman atau ultimatum”.

“Sejak diatasinya krisis rudal Kuba, tidak ada lagi situasi perang yang mirip dengan itu, sebab kedua belah pihak sadar bahwa kerja sama, bukan pertikaian, adalah jalan yang lebih baik untuk mengatasi problem internasional”.

Namun sekarang, tulis Medvedev, “AS terperosok kepada kebijakan luar negeri yang tidak stabil. AS keluar dari kesepakatan nuklir, kesepakatan Open Sky dan beberapa perjanjian internasional lain. Saat ini, kita menyaksikan Presiden AS kerap mengumbar ancaman”.

Ia berpendapat, ketidakstabilan kebijakan luar negeri AS banyak dipengaruhi masalah-maslah domestik. “Namun merosotnya kredibilitas AS sebagai Pemimpin Dunia Barat juga turut berpengaruh”, imbuhnya.

Tags: