Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Lagi, Militer AS Jarah dan Selundupkan Minyak Mentah Suriah ke Irak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, konvoi lusinan kendaraan tanker AS, terpantau meninggalkan provinsi timur laut Suriah, Hasakah, dan menuju ke negara tetangga Irak, membuktikan bahwa Washington terus menjarah sumber daya energi Suriah.

Kantor berita resmi Suriah SANA, mengutip sumber-sumber lokal di desa al-Sweidyia, melaporkan bahwa konvoi 85 kendaraan militer dan tanker AS meninggalkan Suriah melalui penyeberangan perbatasan al-Walid pada hari Minggu, menuju wilayah Irak.

Sumber tersebut menambahkan bahwa 16 kendaraan lapis baja milik militer AS mengawal konvoi tersebut hingga mencapai perbatasan.

Selama beberapa bulan terakhir, militer AS telah meningkatkan penyelundupan minyak Suriah melalui tanah Irak.

Pada 9 Desember, sumber lokal, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada SANA bahwa konvoi 60 kendaraan militer dan tanker AS bergemuruh melalui perbatasan al-Walid dan menuju ke Irak barat setelah diisi dengan minyak mentah dari ladang minyak Rmeilan di provinsi Hasakah, Suriah.

AS untuk pertama kalinya mengakui penjarahannya atas minyak Suriah selama sidang dengar pendapat Senat antara Senator Republik Carolina Selatan, Lindsey Graham dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada akhir Juli.

Selama kesaksiannya kepada Senat Komite Hubungan Luar Negeri, Pompeo untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa perusahaan minyak Amerika akan mulai bekerja di timur laut Suriah, yang dikendalikan oleh militan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Pemerintah Damaskus mengecam keras perjanjian itu, dengan mengatakan bahwa kesepakatan dibuat untuk menjarah sumber daya alam Suriah, termasuk minyak dan gas, di bawah sponsor dan dukungan dari pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Tags: