Lapid: Jika Netanyahu Menang Lagi, Maka Israel Akan Hancur
POROS PERLAWANAN – Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid memperingatkan bahwa kemenangan kembali koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Pemilu mendatang akan membawa bencana bagi masa depan Israel.
Dalam pidatonya di konferensi partai Yesh Atid, Senin malam 1 September, yang dikutip Channel 12 dan Tasnim News, Lapid menegaskan bahwa Israel sedang menghadapi tahun politik paling kritis sejak 1948.
“Jika koalisi Netanyahu kembali berkuasa, itu akan menjadi akhir dari Zionisme,” ujarnya.
Lapid menambahkan bahwa ia telah memilih mitra politik untuk menghadapi Pemilu, namun menolak menyebutkan siapa. Ia juga berjanji membentuk Kabinet yang “aktif, efisien, dan bersih dari korupsi, pengkhianat, serta ekstremis”.
Menurutnya, Israel kini dihadapkan pada dua pilihan: membangun negara yang modern, sukses, dan dihormati secara internasional dengan nilai-nilai liberal; atau terjerumus ke dalam “struktur Dunia Ketiga yang keras, terbelakang, dan mengubah Yudaisme menjadi rasisme serta menghancurkan demokrasi”.
“Kita berada di menit-menit terakhir,” tegas Lapid. “Ini adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan Israel. Jika kita gagal sekarang, dua tahun lagi tidak akan ada yang tersisa untuk diselamatkan.”
Analisis:
Pernyataan Lapid mencerminkan tingkat polarisasi politik Israel yang semakin tajam, yang menjadikan Pemilu mendatang bukan sekadar kontestasi kekuasaan, melainkan pertarungan ideologis mengenai arah masa depan “negara” itu. Retorikanya yang dramatis menandai upaya membangkitkan rasa urgensi di kalangan pendukung, sekaligus menekan lawan politiknya. Namun, nada apokaliptik ini juga menunjukkan betapa rapuhnya konsensus internal Israel di tengah krisis politik, sosial, dan keamanan yang terus membelit.
