Legislator Zionis: Saya Masih Belum Lupa Penaklukan Benteng Khaibar
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah acara televisi, seorang anggota Knesset, Tally Gotliv mengungkit peristiwa penaklukan benteng Khaibar di tahun 7 Hijriyah oleh pasukan Rasulullah saw. Gotliv mengeklaim, peristiwa itu mirip dengan apa yang disebutnya sebagai “antisemitisme” di zaman ini.
Diberitakan Fars, anggota Parlemen Israel itu menyatakan bahwa “Muslimin telah membawa Eropa ke arah antisemitisme.” Klaim ini terlontar di tengah memuncaknya penentangan di Eropa terhadap kejahatan-kejahatan Rezim Zionis, yang kini bahkan telah ditunjukkan berbagai Pemerintahan di Benua Biru.
Dalam wawancara dengan Kanal 14 Israel, Gotliv menyoroti keputusan Pemerintah Belanda untuk melarang Menteri Keamanan Domestik Israel, Itamar Ben-Gvir memasuki negara tersebut. Ia mengatakan,’Saya ingin mengingatkan Belanda bahwa 75 persen Yahudi Belanda terbunuh dalam Holocaust di negara tersebut.”
Holocaust, yang selalu didramatisir dan dibumbui, kerap menjadi andalan Tel Aviv untuk mempersekusi segala bentuk penentangan terhadap Israel di Eropa.
Dalam lanjutan wawancaranya, Gotliv berusaha menggulirkan isu Islamofobia demi mengalihkan perhatian dari kejahatan Israel di Palestina. Ia mengeklaim bahwa “jihad global mengancam Eropa” dan “Muslimin telah menguasai Eropa.”
Menurutnya, slogan “Khaibar, Khaibar, Ya Yahud”, yang kerap dikumandangkan dalam berbagai unjuk rasa, adalah bukti bahwa “Muslimin ingin mengulang nasib Khaibar atas kaum Yahudi.”
Anggota sayap kanan Knesset ini lalu berkata bahwa dalam sebuah rapat di Parlemen Israel, ia secara langsung berkata kepada legislator Arab di Knesset, Mansour Abbas,”Saya masih ingat peristiwa Khaibar dan apa yang dilakukan Nabimu terhadap orang-orang Yahudi Khaibar. Ini persis yang ingin mereka (Muslimiin) lakukan terhadap Eropa. Ini adalah program mereka.”
Perang Khaibar antara Muslimin dan Yahudi di benteng Khaibar , yang terletak di utara Madinah, terjadi pada tahun ke-7 Hijriyah. Perang itu berakhir dengan ditaklukkannya benteng kuat Khaibar dan menyerahnya kaum Yahudi di kawasan tersebut. Dalam sejarah Islam, perang ini menjadi simbol kekalahan Yahudi di hadapan Muslimin.
