Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Luncurkan Gelombang ke-31 dan ke-32 Operasi Janji Sejati 4, Garda Revolusi Iran Peringatkan Israel: Kepungan Akan Semakin Menyempit

POROS PERLAWANAN – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang ke-31 dan ke-32 dari Operasi Janji Sejati 4 dengan menembakkan rudal berat ke sejumlah target di Wilayah Palestina yang Diduduki.

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan Al Mayadeen pada Senin malam 9 Maret, IRGC menyebut gelombang ke-31 diluncurkan menggunakan rudal berat dan dipersembahkan kepada Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran, Sayyid Mujtaba Khamenei, yang sebelumnya dipilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan.

Beberapa waktu kemudian, Humas Garda Revolusi mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-32 operasi tersebut dengan slogan “Labbaik ya Khamenei”, yang menargetkan sejumlah lokasi di wilayah utara dan tengah Israel menggunakan rudal Qadr dan Khorramshahr.

Dalam pernyataan itu IRGC menegaskan bahwa situasi di Israel kini terus berpindah dari satu sirene peringatan ke sirene lainnya, akibat rangkaian serangan rudal Iran.

“Situasi yang memburuk dan kondisi berpindah dari satu sirene ke sirene lainnya tidak akan dilupakan. Hujan tembakan intensif akan terus diguyurkan ke atas kepala kalian,” demikian isi pernyataan tersebut.

IRGC juga menyebut bentrokan yang terjadi di antara warga Israel saat mencoba melarikan diri dari Bandara Ben Gurion sebagai bukti kondisi “menyedihkan dan tragis” yang dialami Israel.

“Kepungan terhadap kalian akan semakin menyempit, detik demi detik,” lanjut pernyataan tersebut.

Iran Klaim Pangkalan Amerika Terus Diserang

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Komando Militer Iran, Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan militer Amerika di Kawasan dan di Wilayah Palestina yang Diduduki terus menjadi sasaran serangan.

Ia mengatakan bahwa pangkalan tersebut setiap hari terkena serangan rudal dan drone Iran.

“Kami akan menargetkannya kapan saja kami kehendaki,” katanya.

Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran saat ini mengawasi secara cermat pergerakan Militer Amerika, sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.

Penggunaan Perisai Manusia oleh Israel

Pejabat Militer Iran itu juga menyebut Israel berupaya menggunakan penduduk sebagai perisai manusia dengan menahan warga di wilayah utara dan tengah untuk melindungi pasukannya.

Ia menyatakan bahwa ritme serangan yang terukur dari Militer Iran secara bertahap meruntuhkan citra kekuatan Israel.

“Setiap peluncuran serangan setara dengan sekitar 80 titik hantaman di berbagai lokasi,” ujarnya.

Serangan-serangan tersebut, menurut IRGC, merupakan respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran serta pengeboman terhadap warga sipil.

Komandan Dirgantara IRGC: Serangan Tidak Akan Berhenti

Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi, Brigadir Jenderal Majid Mousavi menyerukan dukungan penuh terhadap Kepemimpinan Wilayat al-Faqih.

Ia mengatakan bahwa dukungan rakyat Iran menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi militer.

“Berkat keteguhan kalian dan kesetiaan kepada Kepemimpinan, medan pertempuran terus maju dengan kokoh dalam memukul musuh,” kata Mousavi.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap Israel tidak akan berhenti bahkan untuk sesaat.

Laporan Korban di Israel

Sebelumnya, televisi Iran melaporkan peluncuran gelombang ketiga rudal Iran menuju Wilayah Palestina yang Diduduki.

Media Israel menyebut serangan tersebut menyebabkan dua orang tewas dan satu orang terluka di wilayah tengah Israel.

Media Israel juga melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal fragmentasi ke arah Tel Aviv.

Sementara itu, kantor berita Fars, mengutip sumber yang mengetahui operasi tersebut, menyebut serangan yang dilakukan Militer Iran pada Minggu sebagai serangan terbesar terhadap target Amerika dan Israel sejak perang dimulai.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *