Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Maduro: Venezuela Muak Lagak AS Sok Ajari Negara Lain Soal Demokrasi

Maduro: Venezuela Muak Lagak AS Sok Ajari Negara Lain Soal Demokrasi

POROS PERLAWANAN – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengecam ditundanya penghitungan suara Pilpres AS. Ia menegaskan, tak seperti AS, Venezuela memiliki sistem pemilu yang transparan dan sudah terbukti.

Dikutip Fars dari kantor berita Anadolu, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Venezuela, Maduro menyindir proses pemilu di AS dan menyatakan, hasil pemilu di Venezuela diumumkan pada malam hari H dengan metode yang akurat.

Meski sudah 2 hari berlalu sejak diadakannya Pilpres AS, hasil akhir belum diumumkan lantaran tidak dihitungnya suara-suara yang diberikan secara tidak langsung. Presiden AS Donald Trump mempertanyakan proses Pilpres dan bicara soal kecurangan yang terjadi.

Terkait persaingan untuk pemilu legislatif Venezuela, yang akan berlangsung pada 6 Desember mendatang, Maduro mengatakan bahwa kompetisi pemilu ini sudah dimulai pada Selasa 3 November lalu.

“Kemarin (Selasa) kampanye pemilu di Venezuela telah dimulai. Proses ini menjelaskan bagaimana kami, dengan cara beradab dan damai, memiliki sebuah sistem pemilu yang transparan dan telah terbukti,” kata Maduro.

Ia lalu menyindir upaya Trump yang menyangsikan proses berlangsungnya Pilpres AS dan menyuarakan agar berkas Pilpres dibawa ke Mahkamah Agung. Trump mengaku, terlepas dari siapa yang menang, ia akan menerima hasil pemilu.

Di bagian akhir pidatonya, Maduro menyinggung upaya-upaya AS untuk mengintervensi urusan domestik Venezuela. Ia berkata, ”Kami tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri AS. Kami muak melihat banyak orang AS yang berlagak tengah mengajarkan demokrasi kepada kami.”

Dalam beberapa tahun terakhir, AS beserta sejumlah sekutunya menjatuhkan sanksi-sanksi atas Pemerintah Venezuela. Tujuannya adalah mengisolasi Presiden negara Latin tersebut, serta memaksanya untuk melepaskan jabatan.

Washington mengklaim, Pemerintahan Maduro telah “melemahkan proses demokrasi” di Venezuela, sehingga harus mengundurkan diri.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135