Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Makar di Tengah Genosida: Reaksi Keras Perlawanan atas Hinaan Mahmoud Abbas terhadap Hamas

POROS PERLAWANAN – Di tengah genosida brutal yang masih membakar Gaza, suara pengkhianatan kembali terdengar dari Ramallah. Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang kini lebih mirip administrator penjajahan daripada representasi rakyat Palestina, melontarkan pernyataan ofensif terhadap Hamas dan perjuangan rakyatnya. Reaksi dari kubu Perlawanan pun langsung membara.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dilansir Rabu 23 April oleh Shehab News Agency, Komite Perlawanan Palestina mengecam keras pernyataan yang mereka sebut sebagai “menjijikkan dan keji” dari Abbas terhadap para pejuang Hamas, para syuhada, dan rakyat Palestina.

“Ucapan penghinaan Mahmoud Abbas terhadap rakyat Palestina dan cita-cita suci mereka adalah pengkhianatan terang-terangan terhadap darah para syuhada dan penderitaan para tawanan”, tulis Komite tersebut. “Ia tidak hanya menyerukan penyerahan tawanan Israel, tapi juga menghinakan para pahlawan Perlawanan dengan retorika rendah yang tidak layak keluar dari mulut seorang anak Palestina, apalagi yang mengaku sebagai presidennya”.

Komite tersebut juga mengungkap ironi tragis bahwa meski Abbas mencoba menyudutkan Perlawanan, dirinya sendiri tetap dipermalukan oleh Israel. Penolakan terhadap kunjungannya ke Damaskus serta larangan perwira Zionis atas kunjungan Perdana Menterinya ke desa Palestina menjadi bukti bahwa bahkan dalam ketundukan pun, Abbas tidak dihargai.

“Menggambarkan para syuhada sebagai orang-orang yang ‘tewas’ adalah pengingkaran terhadap darah dan pengorbanan mereka”, tegas pernyataan tersebut. “Proyek politik Abbas; yang berpijak pada ilusi perundingan dengan penjajah telah runtuh, dan kini ia hanya berupaya membeli waktu dan perlindungan dari mereka yang telah menjajah dan membunuh bangsanya”.

Komite memperjelas bahwa senjata Perlawanan akan tetap berada di tangan para pejuang sebagai simbol kehormatan dan martabat. “Perlawanan terhadap penjajah adalah hak yang dijamin oleh hukum agama, kemanusiaan, dan internasional. Sedangkan tuduhan Abbas terhadap para pejuang, hanyalah gema dari narasi Zionis.”

Pernyataan itu ditutup dengan tuntutan tegas: “Kami menyeru Mahmoud Abbas untuk segera meminta maaf atas ucapannya yang menghina para mujahidin, keluarga para syuhada, para tawanan, dan seluruh rakyat Palestina yang masih bertahan dalam kobaran pembantaian dan pembersihan etnis. Kini bukan waktunya mengemis di meja penjajah, tapi merapatkan barisan melawan proyek pemusnahan bangsa Palestina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *