Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Mantan Direktur CIA: Pembunuhan Fakhrizadeh adalah Terorisme Negara

Mantan Direktur CIA: Pembunuhan Fakhrizadeh adalah Terorisme Negara

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, mantan Direktur CIA John Brennan menyebut teror terhadap ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh sebagai tindakan kriminal dan tak bertanggung jawab.

Di saat yang sama, ia meminta agar para pemimpin Iran bersabar untuk mengambil tindakan hingga Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS.

Statemen Brennan menunjukkan bahwa aksi Trump dan Netanyahu adalah sebuah terorisme negara.

Ini bukan statemen seorang pejabat biasa AS, tapi mantan Direktur biro intelijen terbesar di dunia, yang anggarannya setara dengan anggaran sebagian negara.

Brennan tahu betul aktivitas intelijen dan spionase di dunia, sebab ia memimpin CIA sejak tahun 2013 hingga 2017. Dia juga merupakan penasihat urusan terorisme di Pemerintahan Barack Obama dan Direktur Kantor Intelijen Kedubes AS di Riyadh.

Meski demikian, Brennan tidak berani menyebut penyerangan terhadap Syahid Fakhrizadeh sebagai bagian dari aksi yang lazim dilakukan badan-badan intelijen.

“Saya tidak tahu apakah sebuah Pemerintah asing telah mengizinkan teror atas Fakhrizadeh atau melakukannya sendiri. Terorisme negara semacam ini adalah pelanggaran hukum internasional dan mendorong negara-negara untuk menyerang para pejabat asing”, cuit Brennan.

Ketika seorang mantan Direktur CIA memiliki pandangan semacam ini soal teror Fakhrizadeh, ini berarti bahwa ada sebuah pola pikir bodoh, gegabah, dan tidak bertanggung jawab di balik kejahatan ini, demi mewujudkan tujuan yang tak luput dari pengamatan Brennan dan selainnya.

Brennan meminta agar Iran bersabar sebelum membalas dendam. Namun kapan dan di mana? Hanya Pemimpin Iran yang bisa menjawab pertanyaan ini, karena pengalaman menunjukkan bahwa Iran tak akan diam begitu saja saat dilukai.

Siapa pun yang mengikuti liputan media-media Israel tentang teror ini, juga statemen Netanyahu dan cuitan Trump, akan merasa bahwa Rezim Zionis secara tersirat mengakui bertanggung jawab atas kejahatan ini.

Hal yang patut dicamkan adalah media-media ini berulangkali menggunakan frasa “pemilik bom nuklir” dan memfokuskan perhatian pada frasa ini. Mereka berupaya menjadikannya sebagai sebuah realita demi menjustifikasi kejahatan AS dan Rezim Zionis.

Meski frasa ini terus diulang-ulang demi mengurangi kutukan internasional terhadap teror Syahid Fakhrizadeh, namun dunia tak akan tertipu oleh propaganda Zionis ini, karena Iran tidak pernah memiliki bom nuklir.

Selain itu, program nuklir Iran adalah buah dari jerih payah ratusan ilmuwan besar pribumi. Mereka telah membagikan pengalamannya kepada ribuan ilmuwan muda, yang akan melanjutkan jalan Syahid Fakhrizadeh dengan semangat berlipat.

Trump dan Netanyahu tak akan mendapatkan apa pun dari teror ini selain aib dan keputusasaan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *