Mantan Dubes Iran untuk China Tegaskan Beijing Tetap Jadi Mitra Strategis dan Tepercaya bagi Teheran
POROS PERLAWANAN — Mantan Duta Besar Iran untuk China, Mehdi Safari menegaskan bahwa hubungan Teheran dan Beijing bersifat jangka panjang, strategis, dan akan terus berkembang pada masa mendatang. Menurut dia, China tetap menjadi mitra yang dapat dipercaya bagi Republik Islam Iran.
Dalam wawancara dengan Fars News Agency pada Rabu 13 Mei, Safari mengatakan bahwa hubungan Iran dan China dibangun di atas kepentingan strategis bersama, terutama dalam bidang energi, perdagangan, keamanan, dan kerja sama internasional.
“Hubungan Iran dan China sangat panjang, strategis, dan akan terus berlanjut. China selalu berpegang pada prinsip-prinsip yang diyakininya dan kami memiliki kedekatan pandangan dalam isu hukum internasional serta hak asasi manusia,” kata Safari.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Iran itu menyebut Beijing selama ini tetap mempertimbangkan kepentingan Republik Islam Iran, sebagaimana Teheran juga memperhatikan kepentingan China.
Menurut dia, salah satu fondasi terpenting hubungan kedua negara terletak pada sektor energi, khususnya keamanan pasokan minyak di Teluk Persia dan Laut Oman.
“China memahami bahwa keamanan jalur energi dan distribusi minyak di Teluk Persia serta Laut Oman selama ini dijaga oleh Republik Islam Iran dan layanan itu akan terus berlanjut,” ujarnya.
Safari juga menyoroti luasnya kerja sama Iran dan China di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, proyek jangka pendek dan panjang, hingga hubungan budaya dan sosial.
Ia berharap hubungan finansial kedua negara dapat diperkuat melalui penggunaan Yuan dan Rial dalam transaksi bilateral. Menurut dia, langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga dalam sistem keuangan internasional.
“Kami berharap hubungan keuangan berbasis Yuan dan Rial dapat diwujudkan. Bank sentral kedua negara sedang membahas hal itu dan mekanisme ini akan membuat kami lebih independen dari campur tangan pihak ketiga,” katanya.
Safari menilai China tidak berpikir dalam kerangka keuntungan jangka pendek, melainkan memiliki visi strategis jangka panjang dalam hubungannya dengan Iran.
Ia juga menyinggung kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke China. Menurut Safari, agenda utama dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan Taiwan, tarif perdagangan, dan logam tanah jarang.
Namun demikian, ia menilai kekuatan ekonomi China saat ini telah melampaui Amerika Serikat.
“Saya percaya kekuatan ekonomi China jauh lebih besar daripada Amerika. Dengan kekuatan ekonomi dan perdagangan itu, mitra terbaik China di Kawasan dalam bidang budaya, keamanan, politik, dan ekonomi adalah Republik Islam Iran,” ujarnya.
Saat ditanya apakah China dapat dianggap sebagai mitra tepercaya bagi Iran, Safari menjawab tegas.
“Sepenuhnya. Tentu setiap negara memiliki kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan China adalah menjaga hubungan strategis dengan Republik Islam Iran. Makna ‘dapat dipercaya’ tecermin dalam hubungan strategis tersebut,” katanya.
