Mantan Menteri Israel: Kabinet Netanyahu Bakal Segera Runtuh
POROS PERLAWANAN – Mantan Menteri Komunikasi Israel, Yoaz Hendel berpendapat, Kabinet Benyamin Netanyahu akan segera runtuh lantaran kegagalan mewujudkan tujuan-tujuannya.
“Kabinet ini bakal segera runtuh. Ini bukan sebuah harapan, tapi sebuah analisis atas kesenjangan antara berbagai pandangan dan hasil yang diraih. Mereka tidak berhasil memperkuat keamanan dalam negeri,” kata Hendel, Fars melaporkan.
“Kabinet Netanyahu gagal dalam 3 hal yang berkaitan dengan perang: memulangkan para tawanan melalui tekanan militer, memperkuat Militer dengan cara merekrut serdadu dari kelompok Haredi serta orang-orang yang enggan mengabdi untuk Militer, dan menciptakan kepercayaan besar warga kepada Kabinet.”
“Dengan berlalunya waktu, berbagai dalih dan orang yang mungkin dituduh gagal, akan berkurang, Pengunduran diri Kepala Staf Militer (Herzi Halevi) adalah bagian dari perimbangan ini.”
“Dalam tahap ini, Komite Investigasi harus memublikasikan hasil penyelidikan. Bisa saja Komite Cabang akan segera dibentuk untuk menjawab pertanyaan ini: kenapa kita gagal memulangkan para tawanan melalui tekanan militer?” pungkas Hendel.
Sementara itu, Utusan Presiden AS untuk proses pembebasan sandera Israel, Adam Boehler secara tersirat mendukung dimulainya kembali perang di Gaza.
“Kami berniat membebaskan seluruh sandera. Jika ini berarti kembali ke perang, keputusan ada di tangan Israel,” ujar Boehler dalam wawancara dengan Kanal 12 Israel.
“Peran saya dan Steve Witkoff (Utusan Trump untuk Urusan Timteng) adalah melakukan segalanya demi mendukung keinginan Trump untuk membebaskan seluruh sandera.”
“Menurut saya, setelah Mesir dan Yordania menolak tawaran untuk menerima orang-orang Palestina, mereka harus mengajukan sebuah alternatif. Trump mengusulkan sebuah opsi yang dianggapnya relevan bagi Mesir dan Yordania. Namun Trump juga menerima opsi-opsi lain.”
