Jumlah Tentara Terluka Zionis Versi Kementerian Perang Lebih Banyak 3 Kali Lipat dari Versi Militer Israel
POROS PERLAWANAN – Dalam statemen yang dirilis pada Selasa 28 Januari kemarin, Kementerian Perang Israel menyatakan,”Kantor Rehabilitasi Kemenhan sedang merawat lebih dari 15 ribu tentara yang terluka usai terjadinya perang (Gaza). Mereka berasal dari Militer dan pasukan keamanan.”
Fars melaporkan, statistik yang diumumkan Kementerian Perang Israel berbeda jauh dengan yang dipublikasikan Militer Israel. Dalam situs resminya, Militer Israel mengeklaim bahwa jumlah tentara yang terluka adalah 5.667 orang. Berdasarkan statistik ini, sebanyak 2.570 tentara terluka dalam pertempuran darat melawan para pejuang Palestina.

Sebelum ini, faksi-faksi Perlawanan Palestina melalui berbagai statemen menegaskan, jumlah kerugian yang diderita pasukan Rezim Zionis jauh lebih besar yang diumumkan oleh Militer Israel.
Data-data yang dipublikasikan Militer Israel hanya berkaitan dengan para tentara yang terluka di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Tanah Pendudukan.
Statistik ini belum mencakup aparat kepolisian dan perangkat keamanan domestik Rezim Zionis.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Perang Israel belum memberi penjelasan kenapa ada perbedaan sangat mencolok antara versinya dengan versi Militer Israel.
Sementara itu, dikutip Mehr dari Shehab News, media-media Zionis memberitakan terjadinya sebuah insiden keamanan berat di dekat koridor Netzarim. Seorang sopir buldoser Militer Israel tewas ditembak pasukannya sendiri, lantaran para serdadu Zionis gagal mengidentifikasinya sebagai bagian dari mereka.
Setelah perang melelahkan di Gaza dan mundurnya Israel secara menyakitkan dari koridor-koridor utama Gaza, kondisi mental para serdadu Israel dilaporkan merosot drastis. Terlebih Militer Israel gagal mewujudkan satu pun dari tujuan-tujuan perangnya, termasuk menghancurkan Hamas dan menduduki Gaza.
Kanal 14 Israel melaporkan, para serdadu Israel meninggalkan Netzarim sambil menangis. Mereka merasa bahwa apa yang telah dilakukan mereka selama satu tahun lebih ini sia-sia belaka.
