Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Manuver UEA dan Sinyal Menguatnya ‘Cengkeraman Pengaruh Terselubung’ Israel di Yaman Selatan

POROS PERLAWANAN — Yaman tidak lagi sekadar medan konflik domestik atau ajang rivalitas intra-Arab. Negara di ujung selatan Jazirah Arab itu kini menjelma menjadi simpul strategis dalam arsitektur keamanan Laut Merah, kawasan vital yang setiap pergeseran kekuatannya berpotensi mengguncang stabilitas Asia Barat sekaligus jalur perdagangan global.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, pada Sabtu 27 Desember, dinamika terbaru di Yaman selatan menandai perubahan mendasar karakter konflik. Konsolidasi Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) dengan dukungan terbuka Uni Emirat Arab (UEA), memburuknya hubungan Riyadh–Abu Dhabi, serta menguatnya peran terselubung Israel membentuk konfigurasi geopolitik baru yang dampaknya melampaui Aden dan Sanaa.

STC, yang berakar pada gerakan separatis historis Yaman Selatan, telah berevolusi dari aktor lokal menjadi instrumen geopolitik regional. Dengan kendali de facto atas Aden dan sebagian garis pantai selatan, Dewan ini memperkuat posisi UEA dalam mengamankan pelabuhan strategis dan jalur pelayaran vital. Langkah tersebut sekaligus menegaskan perbedaan mendasar dengan Arab Saudi, yang tetap mendorong Yaman bersatu namun berada dalam orbit politik dan keamanan Riyadh.

Perbedaan visi itu kini kian terbuka. Dalam beberapa hari terakhir, laporan bentrokan langsung maupun tidak langsung antara pasukan yang berafiliasi dengan Saudi dan kelompok dekat STC mencerminkan rapuhnya aliansi Riyadh–Abu Dhabi, dua pilar utama koalisi anti-Ansharullah. Retakan ini menambah ketidakpastian atas arah dan masa depan konflik Yaman.

Di balik dinamika tersebut, Israel tampil sebagai aktor yang tidak tampak di permukaan namun bersikap waspada. Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab memiliki arti strategis bagi Tel Aviv, terutama setelah Ansharullah menunjukkan kemampuan mengancam jalur pelayaran internasional. Dalam konteks ini, kemunculan kekuatan penyeimbang Ansharullah di Yaman selatan dinilai sejalan dengan kepentingan keamanan Israel, meski tanpa kehadiran langsung.

Pendekatan yang dipilih Tel Aviv bukan intervensi terbuka, melainkan pengaruh tidak langsung melalui mitra regional. Pengalaman Israel di kawasan lain menunjukkan preferensi pada kerja sama intelijen, keamanan, dan teknologi melalui sekutu, tanpa menempatkan diri di garis depan konflik.

Pada titik ini, posisi UEA menjadi krusial. Abu Dhabi memiliki relasi erat dengan Israel pascanormalisasi, sekaligus pengaruh langsung terhadap STC. Kombinasi tersebut menempatkan UEA sebagai penghubung potensial antara Tel Aviv dan Yaman selatan. Kerja sama keamanan dan intelijen UEA–Israel, termasuk di sektor maritim dan pengawasan, membuka peluang transfer kemampuan secara tidak langsung kepada aktor lokal di Yaman.

Sejumlah pengamat menilai bahwa skenario pemisahan de facto Yaman selatan—meski belum dekat—tidak lagi mustahil. Jika Pemerintah Pusat terus melemah dan STC semakin terkonsolidasi dengan dukungan regional, peta politik Yaman berpotensi berubah drastis. Bagi Israel, entitas pesisir kecil yang bergantung pada kekuatan eksternal dapat menjadi aset strategis di Laut Merah. Namun, skenario ini juga menyimpan risiko besar: Yaman dapat berubah menjadi medan permanen perang proksi yang mengancam stabilitas energi dan perdagangan global.

Bagi Ansharullah, perkembangan tersebut berarti munculnya ancaman berlapis dari selatan. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan asimetris cenderung mendorong penguatan daya cegah, bukan kemunduran. Ancaman paling serius bagi Poros Perlawanan bukan sekadar konflik lokal, melainkan kemungkinan transformasi Yaman selatan menjadi basis intelijen dan pengawasan Israel.

Perkembangan di Yaman selatan menegaskan satu hal: negara ini telah memasuki fase baru dalam permainan kekuasaan Kawasan. STC, keretakan Saudi–UEA, serta peran Israel yang tersembunyi namun signifikan menandai pergeseran geopolitik yang tajam. Yaman bukan lagi sekadar krisis internal, melainkan papan catur keamanan Laut Merah, di mana satu langkah keliru dapat membayangi seluruh Asia Barat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *